Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.
Peserta JKN Tembus 284,72 Juta Jiwa, Cakupannya Capai 98,14%
Andika Fauzan Azhari • 31 October 2026 15:43
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan cakupan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 284,72 juta jiwa atau setara dengan 98,14 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut mendekati target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2026 sebesar 98,7 persen.
"Jumlah seluruh peserta terdaftar 284,72 juta jiwa. Ini adalah 98,14 persen cakupan penduduk Indonesia dan mendekati target RPJMN tahun 2026 (sebesar) 98,7 persen," ujar Prihati dalam acara Satya JKN Awards 2026 di Jakarta, dikutip Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia mengatakan sebanyak 28 provinsi dan 350 kabupaten/kota telah mencapai kriteria Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Kriteria tersebut mencakup cakupan minimal 98 persen dan tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen.
(Ilustrasi peserta BPJS Kesehatan. Foto: dok Antara)
Capaian kepesertaan aktif dan perluasan layanan
Menurut Prihati, keberhasilan program JKN sesungguhnya bukan sekadar melihat jumlah penduduk yang terdaftar di atas kertas, tetapi juga menuntut kepatuhan seluruh pihak serta keberlanjutan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
"Sehingga keberhasilan JKN ini sebenarnya bukan sekadar jumlah penduduk yang terdaftar, tetapi juga kepesertaan yang aktif, kepatuhan seluruh pihak, dan keberlanjutan perlindungan kesehatan bagi masyarakat," tambah Prihati.
Capaian ini terus didorong melalui perluasan kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan. Pada tanggal 20 Mei lalu, BPJS Kesehatan telah menandatangani kerja sama dengan 255 fasilitas kesehatan, disusul penambahan kerja sama dengan 66 rumah sakit di seluruh Indonesia pada 28 Oktober.
Dengan penambahan tersebut, total rumah sakit di seluruh Indonesia yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan kini mencapai 3.280 fasilitas. Prihati menegaskan upaya perluasan akses ini tetap diiringi dengan komitmen menjaga mutu dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta.