Bitcoin Turun ke USD82,6 Ribu Tertekan Kenaikan Harga Minyak

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Bitcoin Turun ke USD82,6 Ribu Tertekan Kenaikan Harga Minyak

Eko Nordiansyah • 13 October 2026 10:05

New York: Bitcoin bergerak turun tipis pada Senin, 12 Oktober 2026. Bitcoin tetap berada di bawah tekanan di tengah kenaikan harga minyak yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, termasuk serangan mematikan di Arab Saudi selama akhir pekan.

Dikutip dari Investing, Selasa, 13 Oktober 2026, aset kripto terbesar di dunia ini turun 1,3 persen menjadi USD82.553,7. Bitcoin sempat turun sekitar dua persen pada minggu lalu, dengan arus keluar dana dari exchange-traded funds (ETF) Bitcoin spot di AS turut memberikan tekanan.

Harga aset kripto secara umum juga bergerak dalam rentang terbatas pada hari Senin, melanjutkan awal Oktober yang lesu.

Pergerakan Bitcoin tertahan kenaikan harga minyak

Harga Bitcoin dan aset kripto lainnya sebagian besar bergerak datar pada hari Senin saat harga minyak naik melampaui USD106 setelah serangan mematikan akhir pekan di bandara internasional Riyadh. 

Namun, kenaikan harga minyak terbatas setelah Presiden Donald Trump mengumumkan "gencatan senjata energi" antara Rusia dan Ukraina, yang memunculkan harapan akan berkurangnya gangguan pada pasokan bahan bakar.

Meskipun Moskow dan Kyiv belum mengakui gencatan senjata tersebut, pengumuman Trump membangkitkan harapan akan membaiknya pasokan minyak dan bahan bakar global.

Washington juga terlihat menekan Kyiv untuk menerima kesepakatan gencatan senjata dengan Rusia, mendorong harapan bahwa Ukraina pada akhirnya akan menerima perjanjian damai.

Harga minyak sempat turun akibat berita tersebut, namun kemudian berbalik naik saat investor bereaksi terhadap berita serangan di Riyadh dan mempertimbangkan risiko terhadap pasokan Timur Tengah serta produksi di wilayah pesisir Teluk AS.
(Ilustrasi. Foto: Dok Freepik)

ETF Bitcoin mencatat arus keluar mingguan terburuk sejak Juni

ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar yang signifikan pada minggu perdagangan pertama bulan Oktober, seiring investor merealisasikan keuntungan setelah kinerja yang kuat pada kuartal September.

Arus keluar (outflow) ETF melonjak hingga USD681 juta pada pekan yang berakhir 9 Oktober, angka terburuk sejak akhir Juni.

Arus keluar tersebut menunjukkan awal bulan Oktober yang lesu bagi Bitcoin. Meski demikian, secara historis aset kripto ini mencatatkan kinerja unggul di bulan Oktober dalam tren yang dijuluki "Uptober".

Strategy membeli 250 Bitcoin senilai USD21,5 juta

Perusahaan dengan cadangan Bitcoin, Strategy, membeli tambahan 250 Bitcoin senilai sekitar USD21,5 juta antara tanggal 5 dan 11 Oktober, dengan harga rata-rata USD86.194 per koin, demikian disampaikan perusahaan dalam siaran pers hari Senin.

Pembelian ini meningkatkan total kepemilikan Bitcoin Strategy menjadi 848.250 koin, dengan nilai sekitar USD70,6 miliar. Salah satu pendiri sekaligus ketua eksekutif, Michael Saylor, menyatakan bahwa perusahaan telah membayar harga rata-rata USD75.444 per Bitcoin, dengan total biaya sekitar USD64 miliar termasuk biaya dan beban lainnya.

Harga altcoin bergerak turun mengikuti Bitcoin

Sebagian besar aset kripto lainnya juga mengalami penurunan pada hari Senin, mengikuti pergerakan Bitcoin. Aset kripto terbesar kedua di dunia, Ether, turun 1,6 persen menjadi USD2.493,25, sementara XRP melemah 3,9 persen.

BNB, Solana, dan Cardano masing-masing turun sebesar 1,5 persen, 3,5 persen, dan 4,9 persen. Di kategori memecoin, Dogecoin dan $TRUMP masing-masing turun tiga persen.

(Eko Nordiansyah)