Kualitas Udara di Morowali Sangat Tidak Sehat, Pemkab Terapkan PJJ

Ilustrasi- Kabut asap menutupi kawasan permukiman di Sulawesi Tengah. ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/agr.

Kualitas Udara di Morowali Sangat Tidak Sehat, Pemkab Terapkan PJJ

Lukman Diah Sari • 14 October 2026 13:55

Morowali: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, Sulawesi Tengah, terpaksa menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar daring bagi sejumlah sekolah. Kebijakan darurat ini diambil menyusul pekatnya kabut asap yang mengancam kesehatan para siswa.

"Pengalihan pembelajaran dari tatap muka ke daring berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan bagi seluruh satuan pendidikan di tujuh kecamatan akibat kondisi kualitas udara yang memprihatinkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, di Bungku, Rabu, 14 Oktober 2026, melansir Antara.

Langkah preventif tersebut diputuskan usai pihaknya menerima laporan hasil pemantauan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Kesehatan setempat.

Berdasarkan data pantauan DLH dalam dua hari terakhir, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Morowali melonjak drastis hingga menyentuh angka 208. Angka tersebut tergolong dalam kategori sangat tidak sehat dan membahayakan jika warga nekat beraktivitas di luar rumah.

Arifin merinci, kebijakan pengalihan pembelajaran tatap muka ke daring ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat. Adapun tujuh kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Bungku Tengah, Bungku Timur, Bahodopi, Bungku Pesisir, Bungku Barat, Bumi Raya, dan Witaponda.

Kabut asap. (MI)

Untuk melindungi siswa dari paparan polusi udara, peserta didik diwajibkan untuk tetap berada di dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar ruangan selama PJJ. Mekanisme pembelajarannya akan dikombinasikan antara sistem daring dan pemberian tugas mandiri oleh guru, sehingga proses belajar mengajar tetap efektif.

Kebijakan belajar dari rumah ini mulai berlaku efektif pada Rabu, 14 Oktober 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi udara di wilayah tersebut.

"Sepanjang belum ada laporan kondisi udara membaik, maka pembelajaran tetap menggunakan sistem daring," tegas Arifin.

Di samping itu, Disdik Morowali juga mengimbau para orang tua atau wali murid untuk proaktif mengawasi anak-anak mereka di rumah.

"Selain pengawasan oleh guru, orang tua atau wali murid juga perlu berperan aktif selama kebijakan ini diterapkan guna menghindari aktivitas anak di luar ruangan supaya tetap fokus belajar," jelas dia.

(Lukman Diah Sari)