Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra/Metro TV/Siti
Handphone Diplomat Kemlu Arya Daru Masih Dicari, Terakhir di GI
Siti Yona Hukmana • 30 July 2025 13:46
Jakarta: Polisi masih mencari ponsel Samsung S22 Ultra milik Diplomat Ahli Muda Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan. Telepon genggam menyimpan teka teki kematian diplomat muda itu
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan ponsel tersebut terakhir kali terlacak di kawasan Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Senin, 7 Juli 2025, malam. Tepatnya, sehari sebelum Arya Daru ditemukan meninggal di kamar indekosnya di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat.
“Perlu kami sampaikan bahwa handphone ini terakhir off berada di Grand Indonesia,” kata Wira kepada wartawan dikutip, Rabu, 30 Juli 2025.
Wira mengakui pihaknya kesulitan melacak keberadaan ponsel karena kondisinya tidak aktif. Namun, ia memastikan pencarian tetap dilakukan oleh tim penyelidik.
“Sampai saat ini kami tetap melakukan pencarian,” ujar Wira.
| Baca: Keluarga Tak Terima Diplomat Kemlu Arya Daru Disimpulkan Bunuh Diri |
Kepolisian memastikan Arya Daru meninggal dunia akibat bunuh diri. Penyebab kematian diplomat muda tersebut, adalah karena gangguan pernapasan akibat tertutupnya saluran napas bagian atas.
Hal ini disampaikan Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri Puslabfor serta Pusident Bareskrim Polri, Ditressiber, dokter forensik RSCM, Asosiasi Psikolog Forensik (Apsifor), serta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.
"Penyebab kematian korban adalah akibat gangguan pertukaran oksigen dari saluran pernapasan atas,” ujar Wira Satya, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 29 Juli 2025.
Proses penyelidikan kasus kematian Arya Daru berlangsung selama tiga pekan. Korban ditemukan tewas di kamar indekosnya pada Selasa pagi, 8 Juli 2025. Saat ditemukan, wajah hingga kepala dalam kondisi terlilit lakban berwarna kuning.