Kemenpar Genjot Pariwisata Lewat Gastronomi, Indonesia Timur Jadi Sorotan

Kemenpar dorong gastronomi sebagai produk unggulan pariwisata. Foto: dok IGC.

Kemenpar Genjot Pariwisata Lewat Gastronomi, Indonesia Timur Jadi Sorotan

Ade Hapsari Lestarini • 18 May 2026 06:03

Jakarta: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengembangan gastronomi sebagai salah satu produk unggulan dalam strategi pariwisata naik kelas.

Pengalaman gastronomi yang autentik kini menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat wisatawan serta memperkuat citra destinasi Indonesia di tingkat global.

 
"Indonesia memiliki kekayaan gastronomi yang luar biasa, khususnya dari kawasan timur Nusantara yang sarat akan tradisi, rempah, teknik pengolahan autentik, dan nilai budaya yang menjadi bagian penting dari daya tarik pariwisata Indonesia," ujar Deputi Bidang Industri & Investasi Kemenpar Rizki Handayani, dalam keterangan tertulis, Senin, 18 Mei 2026.
 
Sejalan dengan strategi tersebut, Indonesian Gastronomy Community (IGC) mengangkat gastronomi Indonesia sebagai bagian penting dari identitas budaya bangsa dalam perayaan ulang tahun ke-6 pada Sabtu, 16 Mei 2026 IGC mengangkat tema "Simfoni Rasa Indonesia Timur".
 
Tema ini dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan gastronomi Indonesia Timur yang memiliki keragaman rasa, tradisi, bahan pangan lokal, dan warisan budaya yang luar biasa. Masih banyak cerita dan pengetahuan dari Indonesia Timur yang layak untuk terus diangkat, dirayakan, dan diperkenalkan kepada dunia.
 
"Enam tahun mungkin bukan waktu yang panjang, tetapi bagi IGC, perjalanan ini penuh dengan proses, pembelajaran, dan kolaborasi yang sangat berarti. IGC terus bertumbuh menjadi ruang yang mempertemukan banyak pihak z pemerintah, akademisi, pelaku industri, komunitas, media, UMKM, hingga generasi muda - dalam semangat yang sama: menjaga dan mengembangkan kekayaan gastronomi Indonesia," tambah Ketua Umum IGC Ria Musiawan.

 

Pengembangan gastronomi Indonesia

 
Di sisi lain, pada 2026, IGC memilih dua penerima penghargaan yang dinilai telah memberikan kontribusi dalam mengembangkan dan memperkenalkan gastronomi Indonesia melalui karya, dedikasi, dan pendekatan yang mereka lakukan.
 
Dua penerima penghargaan tersebut adalah Nia Zulkarnaen & Ari Sihasale pemilik dari Alenia Papua Coffee & Kitchen dan Lewi Cuaca – pendiri Lewi’s Organic. Nia Zulkarnaen & Ari Sihasale mendirikan Alenia dalam Upaya meningkatkan pemahaman tentang produk asli dari Papua dan mendukung para UMKM di wilayah Papua. Sedangkan Lewi Cuca mengembangkan petani daerah, khususnya produk dari Nusa Tenggara Timur.
 
Pada tahun-tahun sebelumnya, IGC Awards telah diberikan kepada tokoh dan figur seperti Prof. Moerdijati Gardjito dan Hilmar Farid pada 2021, Odo RM Manuhutu dan Teten Masduki pada 2022, serta Farida Nurhan, Yuda Bustara, Nex Carlos, Ria SW, dan Ahnia untuk tahun-tahun berikutnya.
 
Tumpeng yang diangkat dalam perayaan adalah Tumpeng Dada dan Tumpeng Nasi Kuning Gorontalo. Tumpeng Dada adalah nasi kuning yang disajikan menggunung khas Ternate, Maluku Utara. Nasi dimaknai sebagai lambang gunung Kerajaan dengan kekuasaan yang tegak dan berwibawa. Tumpeng Gorontalo menjadi simbol kemilau Masyarakat Sulawesi yang menggambarkan kemuliaan, kejujuran, kesetiaan dan kemakmuran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)