Pertumbuhan Domestik Jadi Peluang Investor Akses Saham di BEI dan Global

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

Pertumbuhan Domestik Jadi Peluang Investor Akses Saham di BEI dan Global

Ade Hapsari Lestarini • 24 April 2026 16:13

Jakarta: Pasar keuangan yang tengah berfragmentasi saat ini, membuat investor seringkali terjebak menggunakan 2-3 aplikasi berbeda untuk mengelola aset mereka.  Menilik peluang tersebut, platform investasi Pluang berekspansi menggabungkan satu ekosistem tunggal terpadu, Saham Indonesia.

Investor bisa mengintegrasikan akses langsung ke 950+ saham Bursa Efek Indonesia (BEI) di antaranya BBCA, BBRI, BREN, GOTO serta juga saham AS, aset kripto, emas digital, crypto futures, options, dan reksa dana.

Aplikasi ini menyederhanakan seluruh proses dan pengalaman investasi menjadi satu pusat kendali. Investor bisa mendapatkan bonus saham setelah menyelesaikan proses top up dan transaksi saham Indonesia.

Selain itu, terjadi integrasi tanpa batas, yakni investor bisa melakukan rebalancing portofolio dari produk global (seperti saham AS dan aset kripto) ke saham Indonesia secara instan tanpa perlu memindahkan dana antar-platform, dan juga sebaliknya.

Kemudian, juga terjadi efisiensi biaya maksimal. Pluang memastikan hambatan biaya tidak lagi menjadi penghalang bagi investor ritel baru untuk mulai membangun kekayaan lintas generasi.

"Selama ini, ada jarak antara pasar modal domestik dan peluang diversifikasi global. Kami hadir untuk menutup kesenjangan (close the gap) itu," ujar Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.

Menurut dia, perusahaan tidak hanya menambah akses diversifikasi, tapi membangun infrastruktur bagi 13 juta pengguna terdaftar yang dapat mengelola seluruh masa depan finansial mereka.



Ilustrasi. Foto: Freepik.
 

 

Penyesuaian bobot indeks MSCI


Produk ini hadir di momentum yang krusial bagi pasar modal Indonesia. Seiring dengan penyesuaian bobot indeks MSCI yang menekankan kriteria free float sebesar 15 persen, likuiditas pasar diperkirakan akan meningkat signifikan.

Hal ini selaras dengan tren pertumbuhan investor domestik yang masif, dengan jumlah SID (Single Investor Identification) melonjak 37 persen hingga menembus angka 20 juta di akhir 2025, menurut data dari KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).

"Di tengah gelombang baru ini, partisipasi investor ritel akan menjadi penentu utama stabilitas pasar. Pluang hadir untuk menjembatani partisipasi tersebut dengan menyediakan infrastruktur yang lebih inklusif, memudahkan jutaan investor baru untuk masuk ke pasar ekuitas domestik secara aman dan efisien," tambah Claudia.

Sebagai platform multi-aset di Indonesia, keamanan pengguna merupakan prioritas. Pluang memastikan seluruh layanan berada di bawah pengawasan ketat otoritas terkait.

Produk dan layanan tertentu disediakan oleh entitas dalam Grup Pluang yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)