Ilustrasi jemaah haji 2024
Bolehkah Titip Doa ke Jemaah Haji? Ini Hukumnya dalam Islam
Putri Purnama Sari • 23 April 2026 14:20
Jakarta: Menjelang musim haji, banyak umat Muslim yang menitipkan doa kepada keluarga atau kerabat yang akan berangkat ke Tanah Suci. Mereka berharap doa tersebut dipanjatkan di tempat-tempat mustajab seperti Masjidil Haram atau saat wukuf di Arafah.
Lantas, bagaimana sebenarnya hukum titip doa ke jemaah haji dalam Islam? Apakah diperbolehkan? Berikut penjelasannya.
Hukum Titip Doa dalam Islam
Pada dasarnya, menitipkan doa kepada orang lain diperbolehkan dalam Islam. Hal ini karena meminta didoakan oleh orang lain termasuk dalam bentuk saling tolong-menolong dalam kebaikan.Dalam ajaran Islam, seorang Muslim dianjurkan untuk saling mendoakan. Bahkan, doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya termasuk doa yang mustajab.
Dalil tentang Anjuran Saling Mendoakan
Rasulullah SAW bersabda bahwa doa seorang Muslim untuk saudaranya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa malaikat akan mengaminkan doa tersebut dan mendoakan hal yang sama bagi orang yang berdoa.Selain itu, orang yang sedang menunaikan ibadah haji juga berada dalam kondisi yang istimewa, sehingga doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Apakah Harus Titip Doa ke Orang yang Berhaji?
Meskipun diperbolehkan, menitipkan doa bukanlah kewajiban. Setiap Muslim tetap bisa berdoa langsung kepada Allah SWT kapan pun dan di mana pun tanpa perantara.Islam mengajarkan bahwa Allah Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya, sehingga tidak harus menunggu orang lain untuk menyampaikan doa tersebut.
Dilansir dari laman himpuh, Penceramah Buya Yahya menjelaskan bahwa secara hukum, menitipkan doa kepada jemaah haji maupun umrah diperbolehkan dalam Islam.
Menurutnya, praktik ini memiliki landasan dalam ajaran agama. Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW pernah meminta didoakan oleh Umar bin Khattab ketika hendak menjalankan ibadah.
“Bawa aku dalam doamu.”
Pesan tersebut menunjukkan bahwa meminta doa dari orang yang sedang berada di Tanah Suci bukanlah hal baru dalam tradisi Islam. Meski diperbolehkan, Buya Yahya mengingatkan agar praktik titip doa tidak dilakukan secara berlebihan hingga menyulitkan jemaah yang dititipi.
“Minta doa boleh, tapi jangan repotkan, doanya satu gembok begitu, tidak kebaca nanti bingung. Serahkan suruh doain gitu saja. Kalau suruh baca (kertas), tidak harus seperti itu, ngerepoti itu,” ujarnya.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Agar tidak keliru dalam memahami praktik ini, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:- Tidak meyakini bahwa doa hanya bisa dikabulkan jika dititipkan kepada jemaah haji
- Tetap berdoa sendiri secara langsung kepada Allah SWT
- Menghindari keyakinan berlebihan yang mengarah pada syirik
- Menjadikan titip doa sebagai bentuk ikhtiar, bukan keharusan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com