Komandan Garda Revolusi Ancam Balasan jika Gencatan Senjata Dilanggar

Komandan Kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Seyyed Majid Mousavi. Foto: Press TV

Komandan Garda Revolusi Ancam Balasan jika Gencatan Senjata Dilanggar

Fajar Nugraha • 22 April 2026 13:28

Teheran: Komandan Kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Seyyed Majid Mousavi, Pada Selasa, 21 April 2026 menyatakan Iran siap melancarkan serangan balasan jika pihak lawan melanggar gencatan senjata.

Pernyataan itu disampaikan dalam pesan kepada masyarakat Iran yang selama lebih dari 50 hari turun ke jalan mendukung angkatan bersenjata di tengah konflik.

Mousavi menyampaikan apresiasi atas dukungan publik dan kesiapan militer Iran selama perang serta masa gencatan senjata.

“Jika setelah gencatan senjata musuh melampaui batas dan melakukan agresi, maka kali ini target kami adalah di mana pun yang kalian arahkan,” ucap Mousavi, dikutip dari Press TV, Rabu, 22 April 2026.

Ia juga memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak membantu Amerika Serikat dalam menyerang Iran. Menurutnya, penggunaan wilayah negara lain untuk menyerang Iran dapat berdampak serius terhadap produksi minyak di kawasan Asia Barat.

Gencatan senjata dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat berakhir pada Selasa malam di tengah kebuntuan negosiasi lanjutan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata secara sepihak, namun belum mendapat respons resmi dari Iran.

Iran juga menegaskan bahwa blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat harus segera dicabut sebagai bagian dari upaya melanjutkan pembicaraan damai.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)