Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 20 Orang

Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)

Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 20 Orang

Willy Haryono • 6 June 2026 07:48

Beirut: Sedikitnya 20 orang tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam lebih dari selusin serangan Israel di Lebanon pada Jumat, di tengah upaya internasional memperkuat gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Berdasarkan laporan kantor berita nasional Lebanon, National News Agency (NNA) yang dikutip Anadolu, Sabtu, 6 Juni 2026, serangan terbaru terjadi di berbagai wilayah Lebanon selatan, terutama Provinsi Nabatieh dan Tyre.

Di distrik Tyre, satu orang tewas dan satu lainnya terluka akibat serangan artileri Israel yang menghantam Kota Borj Qalawieh.

Sementara di Provinsi Nabatieh, satu orang tewas dan satu lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan dekat kantor polisi di Kota Doueir hingga hancur.

NNA melaporkan tiga korban jiwa tambahan kemudian ditemukan dalam serangan lain di kota yang sama sehingga jumlah korban tewas di Doueir menjadi empat orang.

Seorang pria muda dari Kfar Rumman juga dilaporkan tewas setelah drone Israel menyerang mobil yang dikendarainya.

Serangan Drone Israel

Di distrik Bint Jbeil, drone Israel menghantam sepeda motor di jalan Bir al-Salasil-Kfar Dounine dan menewaskan pengendaranya. Tiga orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terhadap wilayah Adchit di distrik Nabatieh.

Gelombang serangan udara berikutnya menyasar Kfar Rumman, Wadi al-Namiriyeh dekat Deir al-Zahrani, Mayfadoun, al-Rayhan, serta area antara Louaizeh dan Mlikh.

Drone Israel juga menghantam sepeda motor di alun-alun Kota Marwaniyeh di wilayah Zahrani, menewaskan dua orang termasuk seorang anggota dewan kota dan melukai dua lainnya.

Di Kota Zefta, serangan udara Israel menghancurkan sebuah rumah dan menewaskan seorang pria serta melukai anaknya.

NNA juga melaporkan seorang pria muda tewas dalam serangan drone dekat bundaran Harouf-Toul di distrik Nabatieh, sementara korban lain tewas dalam serangan terpisah di Kota Toul.

Empat orang, termasuk seorang paramedis, turut tewas dalam serangan udara Israel di Zibdin, Nabatieh.

Gencatan Senjata Rapuh

Selain serangan udara, Israel juga melancarkan tembakan artileri ke Kfar Rumman, Nabatieh al-Fawqa, serta wilayah pinggiran Choukin dan Mayfadoun. Di Tyre, sedikitnya 12 orang terluka akibat serangan dekat Rumah Sakit Jabal Amel yang menghancurkan gedung milik Bank Audi.

Sementara itu, militer Israel mengklaim telah membunuh seorang pejabat lapangan Hizbullah bernama Abd Harb dalam serangan di Lebanon selatan pekan lalu. Israel menyebut Abd Harb sebagai komandan unit teknik Hizbullah, namun tidak memberikan bukti yang dapat diverifikasi.

Hizbullah belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut.

Serangan-serangan ini terjadi meski gencatan senjata rapuh telah berlaku sejak 17 April dan diperpanjang Washington hingga awal Juli.

Sebelumnya, Lebanon, Amerika Serikat, dan Israel mengumumkan kesepakatan untuk menerapkan gencatan senjata berdasarkan penghentian total serangan Hizbullah dan penarikan seluruh anggota kelompok itu dari wilayah selatan Sungai Litani.

Namun, pemimpin Hezbollah Naim Qassem menolak hasil negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel.

Menurut pejabat Lebanon, lebih dari 3.550 orang tewas dan lebih dari 10.800 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak 2 Maret.

Baca juga:  Netanyahu Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Berlaku dengan Lebanon

(Willy Haryono)