Ilustrasi Pexels
Konsumsi Gula pada Anak Cukup Tinggi, Dokter Ingatkan Peran Penting Orang Tua
Muhamad Marup • 19 May 2026 20:07
Jakarta: Konsumsi gula pada anak perlu menjadi perhatian khusus. Dokter Spesialis Anak, Zinal Abidin, mengatakan, kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
"Pembiasaan pola makan sehat harus dimulai sejak dini. Anak-anak terutama di bawah usia tiga tahun, sebaiknya tidak dibiasakan mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis," ujar Zainal, mengutip laman resmi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Selasa, 19 Mei 2026.
"Pentingnya langkah konkret dari berbagai pihak dalam merespons persoalan kesehatan anak, termasuk pengendalian konsumsi gula dan peningkatan pelayanan kesehatan," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menyampaikan, saat ini pihaknya tengah membarikan masukan terhadap rancangan peraturan pemerintah terkait minuman berpemanis dalam kemasan. Menurutnya, regulasi tersebut penting sebagai langkah perlindungan kesehatan anak dan bagian dari upaya mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
"Persoalan anak harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan. Karena itu regulasi, pengawasan, dan pengendalian produk yang berisiko terhadap kesehatan anak perlu dilakukan secara konsisten oleh pemerintah," katanya.
Layanan kesehatan Anak

Ilustrasi Pexels
Jasra menuturkan, pihaknya menemukan kondisi fasilitas laboratorium dan layanan kesehatan anak yang belum memadai, teruatama bagi anak-anak dengan kondisi khusus yang membutuhkan pelayanan rutin dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, anak-anak yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh layanan baik dari sisi jarak, transportasi, serta administrasi.
"Kondisi ioni perlu menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada pemenuhan hak kesehatan anak," ucapnya.
Jasra juga menyebut, terdapat ketidaksesuaian data kepesertaan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tidak sinkron dengan domisili anak. Permasalahan tersebut banyak ditemukan di daerah, termasuk di Indramayu.
"Akibat kesesuaian data administrasi, sejumlah anak mengalami kesulitan mengakses pelayanan kesehatan karena status tidak aktif atau data tempat tinggal tidak sesuai," terangnya.
KPAI juga menyoroti kondisi anak-anak yang tinggal di panti asuhan dengan sistem asrama. Dalam beberapa kasus, anak-anak berada di bawah pengasuhan lembaga, namun akses dan pemantauan layanan kesehatannya belum berjalan optimal.
"Kondisi anak-anak di panti asuhan perlu mendapat perhatian lebih agar hak kesehatan mereka tetap terpenuhi secara layak," jelasnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com