Rubio Sebut Finalisasi Kesepakatan AS-Iran Masih Butuh Beberapa Hari Lagi

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. (Anadolu Agency)

Rubio Sebut Finalisasi Kesepakatan AS-Iran Masih Butuh Beberapa Hari Lagi

Willy Haryono • 26 May 2026 13:24

New Delhi: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Selasa, 26 Mei 2026, mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih membutuhkan beberapa hari untuk difinalisasi meski para pihak mulai mencapai titik kesepahaman.

Rubio menyebut rancangan awal perjanjian telah memiliki keselarasan yang kuat. Namun, proses finalisasi masih memerlukan pembahasan rinci hingga pada tingkat pilihan kata dan kalimat.

“Saya pikir ada keselarasan dan kesepakatan yang kuat mengenai seperti apa rancangan awalnya,” kata Rubio kepada wartawan saat perjalanan menuju New Delhi.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan hanya akan tercapai jika seluruh pihak dapat menyelesaikan perbedaan yang masih ada dalam proses negosiasi.

Rubio juga kembali mengkritik langkah Iran yang menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan tidak dapat diterima.

“Selat itu harus tetap terbuka, tanpa hambatan, dan tanpa pungutan,” ujarnya, dikutip dari media Anadolu Agency, Selasa, 26 Mei 2026.

Ketegangan kawasan meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan mendadak ke Iran. Tehran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap mempertahankan blokade terhadap kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran melalui jalur strategis tersebut.

Pekan lalu, Trump mengatakan kesepakatan damai sebenarnya telah “sebagian besar dinegosiasikan” dan kini tinggal menunggu penyelesaian akhir. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Qatar Bantah Tawarkan Rp212 Triliun kepada Iran demi Kesepakatan dengan AS

(Willy Haryono)