Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Anadolu Agency)
Presiden Iran Perintahkan Pemulihan Internet ke Level Sebelum Protes Nasional
Willy Haryono • 26 May 2026 06:10
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian memerintahkan pemulihan akses internet ke tingkat normal seperti sebelum gelombang protes nasional pecah pada Januari lalu.
Menurut laporan Mehr News Agency pada Senin, 25 Mei 2026, langkah tersebut menjadi perubahan besar setelah pembatasan komunikasi diberlakukan selama berbulan-bulan di tengah kerusuhan mematikan di berbagai wilayah Iran.
Demonstrasi besar terjadi di Iran sejak akhir Desember dan semakin meluas pada Januari ketika nilai tukar rial anjlok terhadap dolar AS akibat tekanan ekonomi yang berat.
Pemerintah Iran merespons dengan menerapkan pembatasan internet secara luas, termasuk pemutusan sementara jaringan nasional untuk membatasi komunikasi dan penyebaran konten terkait aksi protes.
Pembatasan tersebut berdampak pada aktivitas media sosial serta kegiatan ekonomi masyarakat.
Perbedaan Data Korban
Pemerintah Iran menyatakan 3.117 orang tewas selama gelombang protes berlangsung. Namun sejumlah organisasi hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban mencapai sekitar 7 ribu orang.Teheran menuduh Amerika Serikat dan Israel berupaya memanfaatkan situasi melalui sanksi dan tekanan ekonomi guna memicu ketidakstabilan serta mendorong perubahan rezim di Iran.
Perintah pemulihan akses internet disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah Iran untuk menstabilkan kondisi domestik setelah berbulan-bulan ketegangan.
Meski demikian, pemerintah Iran tetap mempertahankan narasi bahwa kerusuhan dipengaruhi campur tangan pihak asing.
Layanan internet di Iran sebelumnya mengalami perlambatan signifikan sejak awal Januari, termasuk pembatasan terhadap berbagai platform media sosial.
Baca juga: Bertemu Menlu Tiongkok, Panglima Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat