Pemberangkatan Haji 2026 Dipastikan Tepat Waktu Meski Ada Ketegangan di Timur Tengah

Ilustrasi penerbangan ibadah haji. Foto: dok MI/Adam Dwi.

Pemberangkatan Haji 2026 Dipastikan Tepat Waktu Meski Ada Ketegangan di Timur Tengah

Husen Miftahudin • 3 April 2026 21:38

Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muhamad Abdul Azis Sefudin memberikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) atas kepastian jadwal pemberangkatan perdana jemaah haji Indonesia pada 22 April mendatang yang berjalan tepat waktu.

Namun, Azis meminta kepastian jadwal harus dibarengi dengan jaminan keamanan dan keselamatan jemaah yang konkret, terutama di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang masih dinamis.

"Namun pemerintah wajib memberikan kepastian dan keamanan jemaah. Rakyat dan keluarga jemaah di tanah air membutuhkan ketenangan, dan itu hanya bisa didapat jika pemerintah memiliki rencana mitigasi rute penerbangan yang matang di tengah dinamika global saat ini," ujar Azis dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 April 2026.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat III (Cianjur dan Kota Bogor) ini menilai ketepatan waktu keberangkatan merupakan kabar baik bagi ratusan ribu calon jemaah. Meski demikian, aspek persiapan dan keselamatan jiwa tidak boleh dikesampingkan demi mengejar target jadwal.

Azis mendorong agar pemerintah segera memaparkan rencana kontinjensi (contingency plan) yang melibatkan otoritas penerbangan internasional untuk menghindari zona-zona konflik.

"Keselamatan rakyat Indonesia yang berangkat ke tanah suci adalah hukum tertinggi. Mitigasi risiko harus dipersiapkan hingga skenario terburuk sekalipun, termasuk penyediaan rute alternatif yang aman bagi maskapai pengangkut jemaah," ujar politisi muda PDI Perjuangan ini.
 
Baca juga: Kemenhaj Perkuat Kolaborasi untuk Cegah Haji Ilegal


(Ilustrasi ibadah haji. Foto: dok Istimewa)
 

Pemberangkatan kloter pertama dimulai 22 April


Sejalan dengan itu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pemerintah menempatkan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama. Gus Irfan menegaskan kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini sudah hampir mencapai 100 persen, yang meliputi aspek transportasi dan konsumsi.

"Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia direncanakan akan dimulai pada 22 April 2026. Akomodasi di Mekkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan," tegas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)