Iran Sebut Ancaman AS Serang Fasilitas Energi sebagai Kejahatan Perang

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Anadolu Agency)

Iran Sebut Ancaman AS Serang Fasilitas Energi sebagai Kejahatan Perang

Willy Haryono • 6 April 2026 19:07

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menyerang fasilitas energi Iran sebagai “pengakuan kejahatan perang."

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran menyusul percakapan telepon antara Araghchi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

“Pernyataan tersebut merupakan pengakuan yang jelas atas tindakan kejahatan perang,” ujar pernyataan Kemenlu Iran melalui Telegram.

Dilansir dari Antara, Senin, 6 April 2026, Araghchi juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengutuk serangan terhadap fasilitas Iran.

Menurut Iran, serangan yang berlangsung sejak akhir Februari telah menyasar infrastruktur industri, energi, pendidikan, medis, dan nuklir.

Konflik meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah di Timur Tengah.

Sebelumnya, Trump telah melontarkan ultimatum 48 jam ke Iran untuk segera membuka Selat Hormuz atau bersiap menghadapi "neraka." Ia mengatakan bahwa AS akan menyerang sejumlah infrastruktur Iran, termasuk di bidang energi.

Belakangan, Trump menegaskan tenggat waktunya secara spesifik, yakni di hari Selasa besok.

Baca juga:  Selasa Jadi Momentum Ancaman AS Hancurkan Infrastruktur Iran, Apakah Berani?

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)