Ilustrasi. Foto: Medcom.id.
Gelombang Tsunami Kecil Terdeteksi Pasca Gempa Bumi Magnitudo 7,6 Bitung
Anggi Tondi Martaon • 2 April 2026 08:00
Jakarta: Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang tenggara Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis pagi, 2 April 2026. Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, telah terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil.
"(Gelombang terdeteksi) yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.
Abdul mengimbau masyarakat tetap waspada. Sebab, masih ada potensi gelombang susulan.
"Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi," ungkap Abdul.
"Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan," ujar Abdul.

Ilustrasi gempa. Foto: Medcom.id.
Sebelumnya, Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang tenggara Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis pagi, 2 April 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa ini berpotensi tsunami.
"Berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam laman resminya.
Gempa dengan magnitudo 7,6 tersebut tercatat terjadi pada pukul 05:48:16 WIB. Berdasarkan hasil analisis awal, pusat gempa berlokasi di laut, tepatnya pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara.
Episenter gempa terletak pada koordinat 1,25 Lintang Utara (LU) dan 126,27 Bujur Timur (BT). Kedalaman pusat gempa mencapai 62 km.