Polri Siapkan Hotline Pengaduan Penipuan Rekrutmen

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir (kedua dari kanan). Foto: Metro TV/Aris Setya.

Polri Siapkan Hotline Pengaduan Penipuan Rekrutmen

Siti Yona Hukmana • 7 April 2026 14:28

Jakarta: Polri menyiapkan hotline pengaduan selama proses rekrutmen anggota Polri Tahun 2026. Masyarakat dapat segera melapor lewat hotline itu bila menemukan praktik penipuan atau percaloan. 

Laporan dapat disampaikan melalui scan barcode layanan pengaduan Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877, maupun melalui Bareskrim Polri, dan kepolisian setempat.

“Apabila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah bayaran, jangan ditanggapi. Jika sudah terjadi, segera laporkan. Jika melibatkan anggota Polri, akan diproses oleh Propam. Jika melibatkan masyarakat sipil, akan dilakukan penegakan hukum sesuai aturan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir kepada wartawan, Selasa, 7 April 2026.

Johnny menyampaikan rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pimpinan masa depan, dengan proyeksi 25 hingga 30 tahun ke depan. Maka itu, Polri berkomitmen menjaga integritas dalam proses rekrutmen terpadu Polri. 

Johnny menekankan proses rekrutmen Polri berpedoman pada prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Artinya, kata dia, seluruh proses dilakukan secara objektif, terbuka, dapat dipertanggung jawabkan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Johnny menekankan penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler tanpa adanya kuota khusus. Ia mengimbau kepada seluruh peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Masyarakat diajak untuk turut mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Imbauan kepada masyarakat mewaspadai penipuan dalam rekrutmen anggota Polri Tahun 2026. Foto: Dok. Polri. 

Di samping itu, Johnny menyebut Polri terus mengevaluasi kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan Kepolisian, termasuk Akpol. Evaluasi tersebut untuk memperkuat nilai-nilai kepribadian serta menghilangkan praktik kekerasan, khususnya dalam relasi senior dan junior.

“Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi, serta pendekatan pelayanan yang humanis,” ungkap jenderal polisi bintang dua itu. 

Berdasarkan data, jumlah pendaftar calon Taruna-Taruni Akpol Tahun 2026 mencapai 7.988 orang secara daring. Dari jumlah tersebut, 5.432 peserta terverifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya, yakni pemeriksaan administrasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)