Iran dan Oman Sepakati Peta Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Iran dan Oman Sepakati Peta Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Willy Haryono • 16 August 2026 08:58

Teheran: Iran dan Oman mencapai kesepakatan mengenai peta jalur pelayaran di Selat Hormuz setelah menjalani negosiasi teknis selama beberapa pekan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan kesepakatan tersebut dicapai setelah pembahasan intensif antara dua negara pesisir yang berbatasan langsung dengan jalur strategis tersebut.

Baghaei mengatakan kepada Defa Press bahwa Iran dan Oman telah memulai negosiasi sekitar tiga bulan lalu, menyusul penandatanganan nota kesepahaman pada 18 Juni mengenai pembentukan jalur pelayaran yang aman.

“Meski ada hambatan dari AS, pembicaraan telah mengalami kemajuan positif dalam tiga pekan terakhir dan kesepakatan mengenai peta jalur pelayaran telah tercapai,” ujar Baghaei, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Baghaei, kesepakatan tersebut merupakan hasil koordinasi yang dipimpin Kementerian Luar Negeri Iran dengan melibatkan otoritas pertahanan, keamanan, dan lingkungan.

Namun, proses pembahasan belum sepenuhnya selesai.

Iran dan Oman masih merundingkan sejumlah persoalan yang tersisa, termasuk penyusunan pernyataan bersama yang akan dikeluarkan Teheran dan Muscat. Pertukaran informasi dan pembahasan antara kedua negara akan terus berlangsung hingga keseluruhan proses difinalisasi.

Jalur Aman, Hormuz Belum Dibuka Normal

Baghaei menegaskan kesepakatan Iran-Oman merupakan pengaturan independen antara dua negara pesisir yang bertujuan memastikan kapal dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz sekaligus menjaga kedaulatan kedua negara.

Namun, dia mengatakan kesepakatan tersebut belum berarti lalu lintas komersial di Selat Hormuz akan kembali normal.

Menurut Baghaei, pemulihan penuh keamanan di selat dan kembalinya aktivitas pelayaran komersial bergantung pada berakhirnya apa yang disebut Iran sebagai tindakan ilegal Amerika Serikat, ancaman militer, serta blokade laut AS.

Teheran juga menuntut kompensasi atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran komitmen Washington dalam dua bulan terakhir.

Dengan demikian, kesepakatan teknis antara Iran dan Oman mengenai rute pelayaran berjalan beriringan dengan kebuntuan politik antara Iran dan Amerika Serikat.

Bagian dari Kesepakatan Iran-AS

Negosiasi Iran dan Oman merupakan bagian dari pembahasan teknis yang dimulai berdasarkan nota kesepahaman Iran-AS.

Dalam kerangka tersebut, Teheran dan Muscat ditugaskan mengembangkan mekanisme baru untuk mengatur jalur navigasi di Selat Hormuz.

Iran dan Oman kemudian melanjutkan pembahasan teknis mengenai rute kapal. Namun, Teheran berulang kali menegaskan bahwa keputusan untuk membuka kembali jalur strategis tersebut secara penuh tetap bergantung pada pemenuhan kewajiban Amerika Serikat berdasarkan nota kesepahaman.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi jalur utama bagi pengiriman minyak dan komoditas energi dari kawasan Teluk.

Kesepakatan mengenai peta pelayaran berpotensi membantu memperjelas rute aman bagi kapal yang melintas. Namun, normalisasi penuh lalu lintas komersial masih menghadapi persoalan politik dan keamanan yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca juga:  Gedung Putih Sebut Trump Hanya Bercanda soal Jadikan Selat Hormuz Wilayah AS

(Willy Haryono)