Ekosistem Mobil Listrik Dibangun di Subang, Produksi Paling Lambat 2028

Presiden Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi motor listrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Fathur Rochman)

Ekosistem Mobil Listrik Dibangun di Subang, Produksi Paling Lambat 2028

Achmad Zulfikar Fazli • 13 August 2026 17:49

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan ekosistem mobil listrik Indonesia sedang dibangun di kawasan Purwakarta-Subang, Jawa Barat. Pabrik mobil listrik tersebut ditargetkan melakukan produksi besar-besaran paling lambat dua tahun mendatang.

“Kalau tidak salah tidak jauh dari sini, perjalanan ke Purwakarta-Subang di kilometer 84 ada kompleks besar kita sedang bangun mobil listrik Indonesia, kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” kata Prabowo dalam peluncuran motor listrik nasional dan ekosistem pendukung di Bekasi, dilansir dari Antara, Kamis, 13 Agustus 2026.

Prabowo menilai pembangunan ekosistem kendaraan listrik menjadi bagian dari upaya Indonesia mengembangkan teknologi dan mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri. Menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, sehingga harus mampu mengelola kekayaan tersebut dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan pengembangan kendaraan listrik perlu dilakukan menyeluruh, mulai dari motor, mobil, bus, hingga traktor listrik. Sehingga, penggunaan listrik sebagai sumber energi utama dapat semakin luas.

Prabowo menyebut Indonesia setiap tahun mengeluarkan devisa sekitar USD28-30 miliar untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri.

“Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasonal (MOLINAS). Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengapresiasi kelompok usaha yang berani mengembangkan industri motor listrik nasional, meski menghadapi persaingan dari negara-negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.

Prabowo mengatakan penggunaan motor listrik dapat memberikan penghematan biaya mobilitas harian 50-70 persen daripada motor berbahan bakar bensin.

“Memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu. Minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan pemerintah juga akan menyiapkan skema untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Termasuk, kemungkinan tukar tambah kendaraan lama dengan kendaraan baru.

Selain kendaraan listrik, pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt (GW) dalam empat tahun. Pemerintah juga mendorong pengurangan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel.

Di samping itu, Prabowo mengapresiasi pencapaian produsen motor listrik nasional yang telah memproduksi 20 ribu unit, serta mendorong peningkatan produksi hingga 200 ribu unit dan selanjutnya mencapai dua juta unit.

(Achmad Zulfikar Fazli)