MTP-LVRI Jabar Tanamkan Nasionalisme ke Generasi Muda Melalui Safari Kebangsaan

Masyarakat Tionghoa Peduli, Legiun Veteran, dan siswa sekolah melaksanakan upacara bendera dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI. (Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa)

MTP-LVRI Jabar Tanamkan Nasionalisme ke Generasi Muda Melalui Safari Kebangsaan

P Aditya Prakasa • 17 August 2026 14:14

Bandung: Komitmen merawat persatuan dan menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan kembali diwujudkan oleh Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) bekerja sama dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jawa Barat melalui safari kebangsaan.

Agenda tahunan yang telah bergulir secara konsisten untuk kelima kalinya sejak pandemi Covid-19 ini, menyasar institusi pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Tujuannya membangkitkan memori historis generasi muda akan beratnya perjuangan kemerdekaan, sekaligus menyuntikkan disiplin dan karakter cinta Tanah Air.

"Perayaan 17 Agustusan yang kami lakukan ini sudah kelima kali semenjak masa Covid-19. Kami laksanakan secara bergilir dari sekolah ke sekolah dengan tujuan membangkitkan rasa nasionalisme anak-anak sekolah, menumbuhkan disiplin, serta mengingat jasa para pendahulu yang telah berkorban demi kemerdekaan negeri ini," ujar Koordinator Kegiatan MTP, Herman Widjadja, usai melaksanakan upacara, di Sekolah Bintang Mulya, Bandung, Senin 17 Agustus 2026.
 


Sementara itu, Ketua DPD LVRI Jawa Barat Mayjen TNI (Purn.) Nandang Herawan menyambut baik sinergi yang diinisiasi Masyarakat Tionghoa Peduli. Menurutnya, kedaulatan Indonesia lahir dari perjuangan dan pengorbanan darah para pejuang, bukan hadiah dari penjajah.

"Kemerdekaan ini tidak diperoleh secara cuma-cuma atau diberi, melainkan direbut dengan perjuangan. Kami para veteran berjuang sejak masa revolusi fisik hingga hari ini untuk tetap menjaga, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan," kata Nandang.


Masyarakat Tionghoa Peduli, Legiun Veteran, dan siswa sekolah melaksanakan upacara bendera dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI. (Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa)


Menurut Nandang, medan perjuangan veteran masa kini telah bertransformasi. Jika pada masa revolusi menggunakan senjata api, kini perjuangan difokuskan pada transfer intelektual dan moral melalui sosialisasi Jiwa Semangat Nilai-Nilai 1945 ke institusi pendidikan.

"Kerja sama kami dengan yayasan pendidikan di tingkat SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi bertujuan membentuk jiwa generasi muda yang kokoh, memiliki karakter nasionalisme tinggi, cinta tanah air, serta memiliki rasa kepemilikan yang mendalam terhadap bangsa ini," ucap Nandang.

(Silvana Febiari)