Ramadan Momentum Spiritual Perkuat Integritas

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Foto: Antara

Ramadan Momentum Spiritual Perkuat Integritas

M Sholahadhin Azhar • 18 February 2026 19:41

Jakarta: Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebutkan bulan Ramadhan merupakan momentum spiritual sebagai waktu yang tepat, untuk memperkuat integritas. Sekaligus, memperdalam pengabdian, serta menata kembali niat dalam menjalankan amanah.

Kepada para pegawai Kemenkum dalam kegiatan Munggahan dan Silaturahmi Pegawai Menyambut Bulan Ramadhan Tahun 1447 Hijriah, di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026, dia menegaskan jabatan memberi kewenangan, tetapi ada batas akhirnya.

"Selalu saya menyatakan jabatan itu sementara. Setelah kita meninggalkannya, yang abadi adalah cerita-cerita selama kita menjabat,” kata Supratman, dikutip dari Antara, Rabu, 18 Februari 2026.

Maka dari itu, dirinya mengingatkan cara seseorang memperlakukan bawahan (staf) dan menghargai sesama rekan kerja akan terus dikenang.
 


Menkum pun mengajak seluruh pegawainya yang beragama Islam untuk menyambut Ramadhan sebagai bulan penuh berkah, dengan memperbanyak ikhtiar dan memberi kebaikan bagi sesama.

Ramadhan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, integritas, dan keteladanan yang meninggalkan jejak kebaikan jangka panjang.

Sementara itu, Ketua Umum Daarul-Uluum Al-Islamiyah (DU Center) Ahmad Sarwat, yang hadir sebagai penceramah dalam kegiatan, mengatakan Ramadhan di Indonesia sudah bukan "milik” umat Islam semata.

“Ramadhan itu sudah milik saudara-saudara kita juga, milik bareng-bareng. Itulah hebatnya kita orang Islam di Indonesia, Ramadhan-nya itu menjadi berkah bukan hanya buat orang Islam, tapi juga yang bukan Islam. Alhamdulillah ya berkahnya,” kata Ahmad.

Ia melanjutkan pada masa Rasulullah SAW, Ramadhan tidak semata dimaknai sebagai waktu untuk berdiam diri di masjid.

Meski pada tahun terakhir kehidupannya, Nabi Muhammad SAW memperbanyak iktikaf hingga 10 hari terakhir, namun tidak setiap tahun Nabi Muhammad menjalankan pola yang sama.


Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Foto: Antara

“Nabi SAW itu mencontohkan juga bulan Ramadhan ada juga beliau itu perang. Perang Badar itu di bulan Ramadhan, perang-perang nabi berikutnya itu Ramadhan. Bahkan, Fathu Makkah atau dibebaskan kota Mekkah itu kejadiannya bulan Ramadhan,” ucap dia.

Dengan demikian, dia mengingatkan para nabi dan sahabatnya tidak berdiam diri di masjid saja saat bulan Ramadhan, tetapi tetap beraktivitas.

Justru, sambung Ahmad, berbagai pencapaian dan prestasi terbaiknya mereka terjadi pada bulan Ramadhan, termasuk kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang jatuh dk bulan Ramadhan hari Jumat jam 10.00 WIB.

Ia menyebutkan salah satu keistimewaan Ramadhan merupakan shalat tarawih yang hanya ada di bulan tersebut. Ibadah lain, seperti tahajud, witir, puasa sunnah, dan membaca Al-Qur'an bisa dilakukan di luar Ramadhan, tetapi tarawih tidak.

Maka dari itu, dia menekankan jangan sampai saat Ramadhan datang, tarawih banyak yang "bolong".

"Nggak dosa sih, tapi rugi saja. Makanya upayakan kalau bisa tarawih itu jangan sampai terlewat. Bersyukur bisa shalat tarawih di masjid, bersyukur bisa berjamaah, itu bagus,” tutur Ahmad.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)