Pramono Pastikan Revitalisasi Taman Semanggi Tak Pakai APBD

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara

Pramono Pastikan Revitalisasi Taman Semanggi Tak Pakai APBD

Siti Yona Hukmana • 20 February 2026 18:21

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat tak menggunakan APBD. Anggarannya menggunakan pembiayaan kreatif (creative financing).

Diketahui, revitalisasi taman itu dilaksanakan secara kolaboratif bersama PT Media Indra Buana melalui skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan (naming rights). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan itu menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik.

"Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini,” kata Pramono seperti dilansir dari Antara, Jumat, 20 Februari 2026.

Dengan skema naming rights, Pramono menilai hal ini memungkinkan pembangunan berjalan tanpa membebani kas daerah, sekaligus menjamin keberlanjutan pengelolaan taman ke depan. Selama ini, lanjut dia, kawasan Taman Semanggi cenderung berfungsi pasif dan terfragmentasi oleh arus lalu lintas.

"Melalui revitalisasi, kawasan ini akan ditata menjadi ruang publik yang aktif, terintegrasi, dan inklusif dengan menghubungkan fungsi ekologi, mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta aktivitas sosial masyarakat,” ungkap Pramono.

Taman Semanggi memiliki luas sekitar enam hektare yang tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi. Nantinya, taman ini akan dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, elemen air, serta kolam resapan dan tampungan air guna meningkatkan kualitas lingkungan dan pengelolaan limpasan air hujan.


Revitalisasi Taman Langsat dan Taman Ayodya. Foto: Metro TV/Rona

Pramono menjelaskan konsep revitalisasi Taman Semanggi mengusung tiga pendekatan utama. Pertama, regeneration, yakni pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan penanaman vegetasi.

Kedua, reconnection, yaitu penguatan keterhubungan antarruang agar kawasan taman seluas kurang lebih 6,5 hektare ini dapat diakses dengan lebih mudah, aman, dan nyaman. Ketiga, reactivation, yaitu mengaktifkan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok masyarakat.

"Yang paling penting, seluruh penataan ini dilakukan tanpa mengganggu lalu lintas yang ada. Kawasan Semanggi merupakan koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta,” ungkap Pramono.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)