Iran Balas Serangan AS ke Pulau Larak dengan Hujan Rudal di Kawasan

Iran lancarkan serangan rudal ke pangkalan militer AS. Foto: Press TV

Iran Balas Serangan AS ke Pulau Larak dengan Hujan Rudal di Kawasan

Muhammad Reyhansyah • 31 August 2026 12:25

Teheran: Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dari sejumlah lokasi di wilayahnya menuju berbagai target di kawasan pada Senin, 31 Agustus 2026, tak lama setelah Amerika Serikat (AS) menyerang sistem peluncur rudal di Pulau Larak.

Dilaporkan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik terhadap dua pangkalan Amerika Serikat di Yordania sebagai respons atas serangan AS ke Larak.

Media pemerintah Iran, Press TV, juga melaporkan serangan rudal diarahkan ke kapal-kapal Amerika Serikat di Selat Hormuz, meski tidak memberikan rincian mengenai sasaran maupun dampaknya.

Televisi pemerintah Iran, IRIB, turut melaporkan ledakan terjadi di Kota Sirik, Iran selatan, yang disebut kemungkinan berkaitan dengan serangan Iran di kawasan Selat Hormuz.

Anggota parlemen senior Iran Ebrahim Azizi memperingatkan bahwa Teheran akan melakukan pembalasan lebih lanjut.

"Uji tekad kami sekali lagi, dan bayar harga yang lebih mahal," tulis Azizi melalui platform X, dikutip dari TRT World

Ia menambahkan, "Pembalasan akan datang, segera saja lari."

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pasukan AS pada Minggu menyerang dua sistem peluncur rudal Iran di Pulau Larak.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa serangan itu menargetkan sistem yang diduga sedang dipersiapkan untuk meluncurkan roket pembawa ranjau laut ke Selat Hormuz.

IRGC menyatakan sejumlah personel dan warga sipil tewas atau terluka dalam serangan tersebut dan berjanji memberikan respons. Kantor berita Iran, Tasnim melaporkan informasi awal menunjukkan serangan dilakukan menggunakan drone.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat sejak perang pecah pada akhir Februari. Kedua negara sempat mencapai kerangka kesepakatan pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, tetapi perbedaan mengenai navigasi di Selat Hormuz kembali memicu konflik dan operasi militer AS terhadap Iran.

(Fajar Nugraha)