Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026). (ANTARA FOTO/JOHANES VIANDINANDO)
Survei Udara, BNPB Sebut Dampak Tsunami Pascagempa Kategori Minor
Siti Yona Hukmana • 26 August 2026 11:51
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan survei udara menggunakan helikopter DI wilayah pesisir utara mulai dari Labuan Bajo di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, hingga Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Diketahui, dampak tsunami pascagempa bumi 7,7 magnitudo secara umum dikategorikan minor.
"Tidak menerjang kawasan permukiman secara meluas," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.
Baca Juga :
Kemenkes Minta Relawan Gempa NTT Utamakan Keselamatan Diri
Landasan tsunami yang bersifat hamparan hanya teridentifikasi di dua titik, yakni di kawasan Riung serta perbatasan antara Riung dan Nagekeo. Area tersebut umumnya dimanfaatkan warga sebagai tambak. Sehingga, dampaknya tidak signifikan terhadap masyarakat.Selain memvalidasi dampak tsunami, survei udara yang terbang di ketinggian 25 hingga 30 meter tersebut ditujukan untuk mendokumentasikan kerusakan serta mengidentifikasi titik penjatuhan bantuan atau dropping zone bagi warga yang bermukim di puncak perbukitan. Alternatif penyaluran bantuan via udara menjadi pilihan utama BNPB, mengingat akses menuju titik-titik pemukiman terisolasi di perbukitan tidak memungkinkan untuk ditempuh menggunakan armada angkut logistik jalur darat.

Visual wilayah terdampak gempa M7.7 NTT dari udara diambil pada Jumat, 21 Agustus 2026. (Dokumentasi/ BNPB)
BNPB memastikan hasil survei udara ini akan diperkuat dengan survei lapangan di darat. Guna mengoptimalkan pemetaan kerusakan bangunan serta mempercepat penyaluran logistik ke wilayah-wilayah terdampak yang sulit dijangkau.