Proses penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Blok Ranu Kembang, Gunung Semeru/Balai Besar TNBTS
Kabut Asap Kebakaran Semeru Dipastikan Tak Ganggu Permukiman Warga
Daviq Umar Al Faruq • 29 August 2026 15:40
Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus memantau sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Semeru. Hasil pemantauan tim di lapangan memastikan kepulan asap tersebut tidak sampai mengganggu kawasan permukiman penduduk.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan titik api berada di bagian tengah kawasan konservasi yang terisolasi. Jarak yang jauh dari batas wilayah membuat sebaran asap tidak memicu gangguan kesehatan maupun aktivitas warga sekitar.
"Kalau dari pantauan kami, ini Semeru kan di tengah-tengah ya. Jadi jauh dari lokasi pemukiman, Pak. Jadi tidak mengganggu ke masyarakat sekitar," kata Rudijanta, Jumat, 28 Agustus 2026.
"(Dampak ke satwa) pastinya ada. Nanti kita akan kaji lagi beberapa dampak terhadap kehidupan liar ataupun satwa-satwa yang ada di sana. Tetapi saat ini memang belum bisa mengatakan dampaknya seperti apa. Nanti kita akan sampaikan ketika informasi itu sudah lengkap," terang Rudijanta.
Mengenai keselamatan pengunjung, TNBTS membantah kabar yang menyebut masih ada ratusan pendaki terjebak di area rawan. Seluruh pendaki yang sempat melintas saat kebakaran meluas dipastikan telah berhasil dituntun turun menuju titik aman.
"170 pendaki itu sudah dari kemarin sudah sampai. Jadi kan kejadian kebakaran hari Rabu, kita langsung tutup Rabu malam. Memang sudah ada pendaki yang naik Rabu malam itu, sudah sampai Ranu Kumbolo. Sehingga paginya, Kamis pagi, kita ajak mereka turun. Itu sudah sampai semua, selamat semua di Ranu Pane hingga siang kemarin. Jadi tidak ada lagi pendaki yang tersisa di areal kebakaran," jelasnya.

Proses penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Blok Ranu Kembang, Gunung Semeru/Balai Besar TNBTS
Guna mencegah munculnya titik api baru di area konservasi lain, balai besar memperkuat sinergi tanggap darurat lintas instansi. Koordinasi intensif terus digalang bersama pemerintah daerah serta lembaga kebencanaan di tingkat provinsi maupun kabupaten.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD provinsi maupun tiap kabupaten. Sehingga ketika ada kejadian juga semakin cepat penanganannya. Tetapi dalam upaya pencegahan, kita juga sudah berkomunikasi dengan daerah-daerah, desa-desa, termasuk dengan apa namanya, di tingkat desa itu ada, di tingkat kecamatan itu ada Koramil, ada Polsek gitu kan ya, untuk bersama-sama memantau dan melakukan *awareness* ya, penyadartahuan ke masyarakat atas bahaya-bahaya kebakaran yang mungkin terjadi apabila melakukan hal-hal yang memang bisa menimbulkan api tersebut," papar Rudijanta.