Ilustrasi. Foto: Freepik.
Era AI, Pengembangan SDM Dukung Pertumbuhan Bisnis Perusahaan
Eko Nordiansyah • 11 June 2026 21:37
Jakarta: Kinerja sumber daya manusia (SDM) dalam perusahaan tidak hanya dimaknai sebagai produktivitas individu, tetapi mencakup budaya kerja, kualitas kepemimpinan, hingga efektivitas sistem dalam organisasi. Keunggulan SDM turut mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) Yasmine Nasution menilai, keunggulan kompetitif perusahaan dapat dibangun melalui tiga pendekatan, yakni market-based view, resource-based view, dan knowledge-based view.
“People bisa berubah dan berpindah, tetapi bagaimana knowledge tetap berada di dalam perusahaan akan menjadi pembeda utama dibandingkan organisasi lain,” ujar Yasmine dalam The 17th Indonesia HR Excellence Conference & Awarding 2026 dikutip Kamis, 11 Juni 2026.
Vice Chairman SEAL AWS Priyantono Rudito menyebut, implementasi strategi AI yang berpusat pada manusia tidak diukur dari seberapa jauh otomatisasi dilakukan, melainkan kemampuannya memperkuat kapabilitas manusia, mendemokratisasi akses dan membangun ekosistem berkelanjutan.
“Human-centric AI harus mampu mengamplifikasi kemampuan manusia, mendistribusikan knowledge dan kapabilitas yang dibutuhkan ke seluruh organisasi, serta menciptakan ekosistem yang terus berkembang,” katanya.

(Ajang The 17th Indonesia HR Excellence Conference & Awarding 2026. Foto: Dok istimewa)
Menopang transformasi bisnis jangka panjang
Senior Vice President HC Strategy & Talent Management Bank Mandiri, Handi Kurniawan menjelaskan, pengelolaan SDM tidak cukup berfokus pada pengaturan tenaga kerja. Namun harus diarahkan untuk mampu menopang transformasi bisnis jangka panjang.Menurutnya, Bank Mandiri melakukan investasi besar dalam pengembangan kapabilitas melalui pembaruan model kompetensi yang memetakan keterampilan saat ini sekaligus keterampilan masa depan agar organisasi mampu mengantisipasi perubahan kebutuhan industri.
“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh insan perusahaan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan bisnis di masa mendatang,” ungkap dia.
Associate Director People Partner & Development PT Great Giant Pineapple, Adhi Hutama Habibi memaparkan pendekatan gamification sebagai fondasi pengelolaan SDM, mulai proses menarik talenta, pengembangan karyawan, hingga pembentukan budaya kerja dan cara organisasi beroperasi.
Menurutnya, seluruh siklus kehidupan karyawan telah dirancang menggunakan prinsip gamification sehingga setiap pencapaian menjadi lebih terlihat, memberikan penghargaan yang jelas, serta mendorong motivasi intrinsik bagi setiap individu untuk berkembang.
Tahun ini, sebanyak 40 perusahaan mengikuti Indonesia HR Excellence 2026. Penilaian dilakukan melalui lima kategori utama, yaitu Employer Branding and Talent Acquisition, Learning & Development and Knowledge Management, HR Digitization & People Analytics, Wellbeing Management, serta Reward Management & Talent Retention.
Pada kategori Employer Branding and Talent Acquisition antara lain BCA, Bank Mandiri, Amartha, Great Giant Foods, dan Huawei Tech Investment. Pada kategori Learning & Development and Knowledge Management, penghargaan diberikan kepada TechConnect, Semen Indonesia, Asian Bulk Logistics, DSN Group, Garuda Food, dan sejumlah perusahaan lainnya.
Di kategori HR Digitization & People Analytics, penghargaan diraih oleh HSBC, Triputra Agro Persada dan perusahaan lainnya. Sementara kategori Wellbeing Management diberikan kepada Kapal Api Group, Perkebunan Nusantara III, dan sejumlah organisasi lain yang dinilai berhasil membangun program kesejahteraan karyawan secara berkelanjutan.
Adapun pada kategori Reward Management & Talent Retention, penghargaan diraih oleh PAM JAYA, Jakarta Industrial Estate Pulogadung serta sejumlah perusahaan lain yang dinilai berhasil menerapkan strategi penghargaan dan retensi talenta secara efektif.