Demo Take Thailand Back Soroti Kepemilikan Properti oleh Warga Israel

Protes warga Thailand menentang kepemilikan properti oleh warga Israel. Foto: Anadolu

Demo Take Thailand Back Soroti Kepemilikan Properti oleh Warga Israel

Fajar Nugraha • 11 September 2026 08:45

Bangkok: Gelombang protes merebak di Bangkok, Thailand saat para demonstran menggelar aksi mendadak di depan Kedutaan Besar Israel pada Kamis 10 September 2026.

Massa menuntut pemerintah memperketat pengawasan terhadap kepemilikan properti oleh warga negara asing serta mengusut dugaan penggunaan nama pihak lain atau nominee dalam kepemilikan aset tanah.

Bertempat di depan Ocean Tower II di Sukhumvit 21, para pengunjuk rasa membentangkan poster berslogan tajam, mulai dari ajakan memboikot Israel hingga desakan menghentikan genosida.

Aksi yang diusung oleh gerakan "Take Thailand Back" pimpinan Sondhi Limthongkul ini ditegaskan sebagai upaya membela kedaulatan, integritas hukum, dan dunia usaha domestik dari ancaman pelanggaran aturan oleh oknum warga asing.

Sondhi bersama sejumlah tokoh nasional membacakan surat terbuka dalam dua bahasa yang mendesak Kedubes Israel dan pemerintah Thailand tidak hanya menerima petisi, tetapi juga mengambil tindakan konkret.

“Warga negara Israel di Thailand harus mematuhi hukum serta adat istiadat setempat,” ujar Sondhi, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 11 September 2026.

Kelompok itu menuduh bahwa pelanggaran yang dilakukan sebagian warga negara Israel, termasuk pelanggaran hukum Thailand dan sikap tidak menghormati adat setempat, telah menimbulkan masalah bagi masyarakat lokal.

Selain itu Sondhi meminta otoritas terkait mengusut tuntas kepemilikan lahan yang mencurigakan, termasuk pusat-pusat Chabad di Chachoengsao.

Selain menyoroti keresahan warga lokal atas pelanggaran hukum dan ketidakjelasan kepemilikan aset teritorial, massa juga menyuarakan kecaman atas tindakan brutal terhadap warga sipil di Palestina.

Demonstrasi ini diperkirakan akan meluas ke beberapa wilayah lain seperti Chonburi, Chanthaburi, hingga Khon Kaen.

(Fajar Nugraha)