Ilustrasi - Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. ANTARA/HO-Tangkapan layar.
BMKG: Waspadai Dampak Sebaran Debu Vulkanik 5 Gunung Ini
Fachri Audhia Hafiez • 13 September 2026 22:28
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan data sebaran debu vulkanik gunung api di wilayah Indonesia. Pembaruan ini berdasarkan pemantauan citra satelit terkini.
"Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada 13 September 2026 pukul 19.00 WIB, teridentifikasi sebaran debu vulkanik dari Gunung Dukono, dengan sebaran mencakup sebagian kecil Kabupaten Halmahera Utara dan perairan sekitarnya serta Gunung Lewotolo dengan sebaran mencakup sebagian kecil Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur dan perairan sekitarnya," tulis BMKG dalam keterangan resminya melalui akun Instagram @infobmkg, Minggu malam, 13 September 2026.
Sementara itu, untuk hasil analisis satelit pada tiga gunung api lainnya, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, dan Gunung Semeru, BMKG menyatakan bahwa sebaran debu vulkanik tidak terdeteksi.
BMKG memberikan catatan disclaimer bahwa debu vulkanik yang tidak teridentifikasi pada produk analisis satelit dapat terjadi akibat wilayah gunung api tertutup awan. Sehingga, bukan berarti debu vulkanik sepenuhnya tidak ada.
Prakiraan Cuaca di Area Gunung Api
BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca di sekitar lima lokasi gunung api yang dipantau untuk periode 13 hingga 14 September 2026:
- Gunung Anak Krakatau: Diperkirakan didominasi cuaca berawan tebal hingga cerah berawan dengan arah angin menuju Selatan dan Tenggara (kecepatan 11–19 km/jam).
- Gunung Dukono: Diperkirakan cerah, cerah berawan, hingga berawan dengan arah angin dominan ke Barat Daya, Selatan, dan Barat Laut (kecepatan 4–9 km/jam).
- Gunung Ibu: Diperkirakan cerah, berawan, hingga berawan tebal dengan arah angin mengarah ke Selatan, Tenggarai, dan Barat Daya (kecepatan 3–15 km/jam).
- Gunung Lewotolo: Diperkirakan cerah berawan dengan arah angin berembus ke Selatan, Tenggara, Timur Laut, dan Timur (kecepatan 8–19 km/jam).
- Gunung Semeru: Diprakirakan mengalami kondisi berawan, asap, hingga berpotensi hujan ringan pada siang hari, dengan arah angin mengarah ke Timur dan Tenggara (kecepatan 4–11 km/jam).
Dampak Debu Vulkanik dan Imbauan BMKG
BMKG mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya paparan debu vulkanik yang dapat memengaruhi sektor kesehatan maupun transportasi. Dari sisi kesehatan, abu vulkanik berisiko menyebabkan iritasi mata dan kulit, batuk, serta memperburuk kondisi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Ilustrasi - Gunung Anak Krakatau erupsi. ANTARA/HO-Tangkapan layar.
Dari segi transportasi, paparan debu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang, membuat jalanan licin, mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara, mengganggu fungsi mesin, hingga berpotensi memicu keterlambatan, pengalihan rute, atau penghentian sementara perjalanan darat, laut, maupun udara.
Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat—khususnya yang berada di sekitar Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur, serta perairan sekitarnya—untuk tidak panik namun tetap waspada.
Masyarakat diharapkan selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mematuhi arahan dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, dan pemerintah daerah setempat.