Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad (kiri), didampingi Gubernur Banten Andra Soni (kedua kiri), Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten saat ini dijabat oleh Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani (kedua kanan) dalam konferensi pers di Posko SAR di Derma
Tim SAR Temukan Jaket Pelampung dan Terpal saat Pencarian di Selat Sunda
Fachri Audhia Hafiez • 13 September 2026 21:14
Pandeglang: Tim SAR Gabungan menemukan sejumlah benda saat melakukan pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat memantau Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. Benda itu berupa jaket pelampung dan terpal.
"Dalam penyisiran tersebut, KRI Teluk Gilimanuk menemukan satu jaket pelampung berwarna oranye dan satu terpal pada pukul 08.55 WIB," kata Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, di Pandeglang, Banten, dilansir Antara, Minggu, 13 September 2026.
Rizky menjelaskan, benda-benda tersebut ditemukan oleh unsur SAR yang menyisir beberapa sektor pencarian. Pada Sektor V, KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk melakukan pencarian selama kurang lebih sembilan jam hingga menemukan pelampung dan terpal.
Pencarian di Sektor W oleh KAL Anyer di sekitar Teluk Belimbing, Lampung, juga membuahkan hasil. Petugas menemukan satu jaket pelampung berwarna oranye pada pukul 09.45 WIB.
Temuan lain diperoleh KM Bima saat menyisir area pulau Gunung Anak Krakatau bersama RIB 02 Banten dan KM Garuda.
"KM Bima menemukan satu jaket pelampung berwarna oranye di sekitar Pulau Rakata pada pukul 09.58 WIB," ucap Rizky.
Sementara itu, tim yang mengoperasikan RIB 02 Basarnas Lampung menemukan satu terpal serta satu galon di area selatan penyisiran Pulau Sangiang sekitar pukul 10.15 WIB.
"Untuk keseluruhan pelaksanaan operasi SAR hari ini, objek-objek tersebut telah kami serahkan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini kepolisian, untuk ditindaklanjuti lebih lanjut," ujar Rizky.

Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad (kiri) dan Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani (kanan). Foto: ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/tom.
Hingga kini, sejumlah unsur SAR lainnya masih berupaya mencari petunjuk keberadaan delapan korban yang belum ditemukan.
Kedelapan orang tersebut sebelumnya berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Lima di antaranya merupakan jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu), dan Donal Husni (jurnalis lepas). Sementara tiga orang lainnya adalah Warta (nakhoda), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).
Tim SAR Gabungan terus melanjutkan operasi pencarian dan mengevaluasi setiap temuan di lapangan guna menemukan keberadaan para korban.