Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.
Ibas Dorong Program Bantuan Rumah Layak Huni Terus Diperkuat
Arga Sumantri • 6 July 2026 14:37
Pacitan: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat. Menurutnya, rumah yang layak bukan sekadar tempat berteduh, tetapi menjadi fondasi terciptanya keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut saat meninjau pelaksanaan program BSPS di Desa Mendolo Kidul, Kabupaten Pacitan, sekaligus memberikan sosialisasi empat pilar MPR RI bertajuk "Satu Rasa Satu Bangsa: Rumah Layak, Keluarga Sehat dan Desa Sejahtera", Senin, 6 Juli 2026.
Legislator dari Dapil Jawa Timur VII itu juga mengunjungi rumah salah satu penerima manfaat BSPS, Susi. Ibas melihat langsung perubahan kondisi rumah yang kini jauh lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.
"Tadi saya berkunjung ke rumah Ibu Susi yang menerima bantuan BSPS. Alhamdulillah sekarang rumahnya jauh lebih layak, lebih nyaman, dan tentunya dapat menunjang aktivitas keluarga agar semakin produktif," ujar Ibas dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.
Ibas juga menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program BSPS yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat selama bertahun-tahun. Program ini telah berjalan sejak era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Alhamdulillah hingga hari ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. Semoga semakin banyak keluarga Indonesia yang dapat merasakan manfaatnya," ungkap Ibas.
Ia mengungkapkan masih banyak rumah masyarakat di desa-desa yang masih membutuhkan perbaikan dan aspirasi tersebut akan terus diperjuangkan agar semakin banyak warga dapat menikmati manfaat program BSPS.
"Rumah adalah tempat kita berteduh dan membangun kehidupan keluarga. Saya mendengar masih banyak rumah masyarakat yang membutuhkan perbaikan. InsyaAllah setiap aspirasi yang kami terima akan terus kami perjuangkan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah yang layak," kata dia.
Ibas menegaskan, pembangunan rumah layak bukan hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga membangun ketenteraman keluarga sebagai pondasi kehidupan berbangsa. Ia juga mengingatkan bahwa tidak boleh lagi ada masyarakat yang tinggal di rumah dengan atap bocor, dinding yang rapuh, maupun lantai yang belum layak.
"Menghadirkan rumah yang layak berarti ikut membangun keluarga yang harmonis, masyarakat yang kuat, dan bangsa yang semakin maju," tutur Ibas.
Menurut Ibas, nilai bantuan BSPS memang tidak selalu besar, namun manfaatnya sangat berarti bagi keluarga penerima. Keberhasilan program tersebut juga tidak lepas dari semangat gotong royong pemerintah desa dan masyarakat yang bersama-sama menyelesaikan pembangunan rumah warga.
"Bantuan sebesar Rp20 juta mungkin terlihat kecil, tetapi manfaatnya sangat besar untuk memperbaiki rumah warga menjadi lebih layak. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan program ini hingga tuntas," ungkapnya.
.jpeg)
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhyono. Foto: Istimewa.
Hidup lebih layak
Salah satu penerima manfaat BSPS, Susi, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selama ini ia tinggal bersama ketiga anaknya karena sang suami bekerja di luar daerah. Sebelum rumahnya direnovasi, kondisi rumah sering mengalami kebocoran sehingga kurang nyaman untuk ditempati."Alhamdulillah sekarang rumah kami sudah tidak bocor lagi, lebih kokoh, dan jauh lebih nyaman untuk ditempati bersama anak-anak. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena bantuan ini benar-benar membantu keluarga kami," ujar Susi.
Kepala Desa Mendolo Kidul, Suyono, menyampaikan apresiasi kepada Ibas atas berbagai program yang selama ini telah diperjuangkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.
"Selain program BSPS, masyarakat juga merasakan manfaat Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) untuk mendukung pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta berbagai program lainnya yang membantu meningkatkan kesejahteraan warga," ujar Suyono.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Camat Punung Pudji Haryono, Kepala Desa Mendolo Kidul Suyono, Anggota DPRD Kabupaten Pacitan Baginda Rahardian Pratama, Pujo Osetyo, Suhar, dan Willy Rizky Cahaya. Ada juga tokoh masyarakat serta warga Desa Mendolo Kidul yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan dialog.