Jembatan Kaca Bromo Jadi Ikon Wisata Baru Probolinggo

Jembatan Kaca Bromo yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (ANTARA/HO-BB TNBTS)

Jembatan Kaca Bromo Jadi Ikon Wisata Baru Probolinggo

Silvana Febiari • 5 July 2026 13:33

Probolinggo: Jembatan Kaca Bromo Seruni Point di kawasan Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo mulai dibuka untuk masyarakat umum melalui tahap pre-launching. Destinasi ini menjadi ikon wisata baru yang diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor pariwisata Kabupaten Probolinggo sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan penyangga Gunung Bromo.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) Kementerian PU Agung Wahyudi menjelaskan jembatan tersebut dirancang memiliki umur layanan hingga 50 tahun. Usia layanan jauh lebih panjang dibandingkan jembatan gantung pada umumnya yang rata-rata hanya dirancang bertahan sekitar 20 tahun.

“Lantai jembatan menggunakan laminated glass berbahan tempered glass dengan lapisan SentryGlass Plus (SGP) setebal 25,52 milimeter. Material tersebut telah melalui berbagai pengujian laboratorium, termasuk uji beban statis maupun simulasi operasional sehingga dinyatakan aman digunakan sesuai standar teknis yang berlaku. Seluruh spesifikasi konstruksi telah memenuhi standar keselamatan sehingga wisatawan dapat menikmati wahana tersebut dengan rasa aman,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Minggu, 5 Juli 2026.


Pada tahap pre-launching ini, masyarakat sudah dapat menikmati wahana jembatan kaca yang menjadi salah satu atraksi wisata terbaru di kawasan Bromo. Kehadirannya diyakini akan menambah pilihan destinasi wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Probolinggo.

Jembatan Kaca Bromo Seruni Point merupakan jembatan kaca pertama di Indonesia yang dibangun di kawasan pegunungan. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 130 meter dan membentang di atas jurang sedalam 83 meter, menghadirkan pengalaman yang memacu adrenalin sekaligus menyuguhkan panorama alam yang memukau.

Dari atas jembatan, wisatawan dapat menikmati pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru dalam satu bentang alam yang menawan. Sensasi berjalan di atas lantai kaca dengan latar pegunungan tersebut menjadi daya tarik utama yang membedakan destinasi ini dari objek wisata lainnya.


Acara pre-launching Jembatan Kaca Bromo Seruni Point di kawasan Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Sabtu, 27 Juni 2026. (Dokumentasi/ Pemkab Probolinggo)


Untuk menikmati wahana ini, wisatawan domestik dikenakan tarif sebesar Rp55 ribu, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp110 ribu. Jembatan Kaca Bromo Seruni Point dibuka setiap hari dengan jam operasional mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Sebelum dibuka untuk masyarakat, kesiapan operasional Jembatan Kaca Bromo Seruni Point telah diperiksa secara menyeluruh oleh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pemerintah Kabupaten Probolinggo, serta Forkopimka Sukapura. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelayakan fasilitas telah memenuhi standar sebelum menerima kunjungan wisatawan.

(Silvana Febiari)