Lebih dari 12 juta warga Kazakhstan mengikuti pemungutan suara referendum konstitusi pada Minggu, 15 Maret 2026. (Anadolu Agency)
Kazakhstan Gelar Referendum Konstitusi Baru, 12,4 Juta Pemilih Berpartisipasi
Willy Haryono • 15 March 2026 14:56
Astana: Pemungutan suara referendum nasional mengenai konstitusi baru Kazakhstan dimulai pada Minggu, 15 Maret 2026, dengan lebih dari 12,4 juta pemilih berhak memberikan suara mereka.
Menurut kantor berita Kazinform, surat suara dalam referendum tersebut hanya memuat satu pertanyaan: apakah pemilih menyetujui atau tidak konstitusi baru Republik Kazakhstan yang rancangan awalnya telah dipublikasikan di media massa pada 12 Februari 2026.
Referendum ini akan dinyatakan sah apabila lebih dari separuh pemilih, atau sekitar 6,2 juta orang, berpartisipasi dalam pemungutan suara.
Komisi Referendum Pusat Kazakhstan dijadwalkan mengumumkan hasil akhir paling lambat 21 Maret, atau maksimal tujuh hari setelah pemungutan suara.
Referendum tersebut digelar setelah Presiden Kassym-Jomart Tokayev menandatangani dekret pada 11 Februari yang menyerukan penyelenggaraan referendum nasional pada 15 Maret.
Tokayev mengatakan rancangan konstitusi baru tersebut memuat sejumlah norma progresif penting.
Ia juga menegaskan bahwa pengesahan konstitusi baru diharapkan dapat memberikan dorongan kuat bagi pembangunan Kazakhstan serta membuka peluang lebih besar bagi setiap warga negara untuk berkembang.
Menurut Tokayev, reformasi ini juga akan mengubah sistem pemerintahan Kazakhstan dari model “super-presidensial” menjadi republik presidensial dengan parlemen yang lebih berpengaruh dan kuat.
Baca juga: Hamas Kecam Kazakhstan yang Hendak Normalisasi Hubungan dengan Israel