Ilustrasi penumpang di KRL. Dokumentasi/KAI Commuter.jpg
Siasati Ongkos Menuju Stasiun, Pemprov DKI Didorong Benahi Akses Kendaraan Pengumpan
Achmad Zulfikar Fazli • 10 August 2026 15:21
Jakarta: Integritas moda transportasi publik di Jakarta, seperti MRT, LRT, TransJakarta, dan KRL dinilai belum sepenuhnya menyelesaikan masalah mobilitas warga. Sebab, biaya menuju stasiun lebih mahal daripada ongkos moda transportasi publiknya.
“Moda transportasi makin terintegrasi secara fisik. Tapi belum menuntaskan first mile dan last mile. Apalagi kalau mereka harus menggunakan ojol. Dan jarak yang jauh dengan simpul transportasi publiknya,” ujar pengamat tata kota Yayat Supriyatna kepada Metrotvnews.com, Senin, 10 Agustus 2026.
Yayat meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membenahi akses transportasi pengumpan (feeder) untuk menyelesaikan permasalahan ini. Sehingga, masyarakat bisa beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
.jpg)
Ilustrasi TransJakarta. Foto- Antara
Di samping itu, dia meminta Pemprov DKI membenahi fasilitas pejalan kaki di kawasan permukiman. Dia menilai rendahnya budaya berjalan kaki karena desain tata kota di Jakarta belum memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki.
“Semua berpihak pada kendaraan pribadi." tegas Yayat.
Menurut dia, pergeseran cara pandang masyarakat terhadap pentingnya budaya berjalan kaki lebih dipicu faktor tekanan ekonomi dan lingkungan.
"Sekarang ketika bahan bakar makin mahal dan polusi meningkat baru ada kesadaran tentang pentingnya budaya berjalan kaki," ungkap Yayat.