Berat Badan Berlebih Bisa Picu Diabetes, Cek Faktor Risiko dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi: Pexels

Berat Badan Berlebih Bisa Picu Diabetes, Cek Faktor Risiko dan Cara Mencegahnya

Riza Aslam Khaeron • 11 August 2026 13:54

Jakarta: Berat badan berlebih bukan hanya berkaitan dengan penampilan, melainkan juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan dalam jangka panjang. Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah diabetes tipe 2, terutama ketika lemak menumpuk secara berlebihan di dalam tubuh.

Kelebihan berat badan dapat membuat tubuh lebih sulit menggunakan insulin untuk mengatur kadar gula darah. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, kadar gula darah dapat meningkat dan memicu resistensi insulin yang menjadi salah satu awal berkembangnya diabetes tipe 2.

Peneliti sekaligus Direktur Max Planck Institute for Metabolism Research di Cologne, Jens Brüning, menjelaskan bahwa sel lemak memiliki kapasitas terbatas dalam menyimpan lemak. Ketika kapasitas tersebut sudah penuh, kelebihan asam lemak dapat menumpuk di organ lain seperti hati dan otot.

“Sel lemak memiliki kapasitas yang terbatas. Ketika sudah mencapai batasnya, asam lemak dilepaskan dan mulai menumpuk di otot serta hati,” jelasnya, dikutip dari laman resmi Max Planck Society, Senin, 10 Agustus 2026.

Penumpukan lemak tersebut dapat mengganggu kerja insulin di dalam tubuh. Akibatnya, tubuh semakin sulit mengendalikan kadar gula darah dan risiko diabetes tipe 2 pun meningkat.
 

Faktor yang Meningkatkan Risiko Diabetes


Ilustrasi: Pexels

Berat badan berlebih memang menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan ketika lemak menumpuk di sekitar perut karena dapat membuat tubuh lebih sulit menggunakan insulin untuk mengatur kadar gula darah.

Mengutip laman resmi Diabetes Australia, memiliki berat badan berlebih, terutama di sekitar pinggang, dapat meningkatkan resistensi insulin sehingga tubuh lebih sulit mengendalikan kadar gula darah.

Bahkan, penurunan berat badan sebesar 5–10 persen pada orang yang kelebihan berat badan dan memiliki risiko diabetes dapat membantu memperbaiki kadar gula darah sekaligus menurunkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2.

Oleh karena itu, risiko diabetes tidak hanya dapat dilihat dari angka pada timbangan. Ukuran lingkar pinggang, pola makan, aktivitas fisik, hingga kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan metabolisme tubuh.

Selain faktor-faktor tersebut, kualitas tidur dan tingkat stres juga dapat memengaruhi pengelolaan berat badan. Faktor genetik, hormon, metabolisme, penggunaan obat tertentu, serta kondisi kesehatan lainnya juga dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami kenaikan berat badan.

Diabetes tipe 2 juga dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Jika tidak diketahui dan ditangani, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf, serta meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga gangguan penglihatan.
   

Tips Menurunkan Risiko Diabetes

Menjaga berat badan tidak harus dilakukan melalui perubahan besar dalam waktu singkat. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat membantu menjaga berat badan sekaligus menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya pola makan yang cukup, seimbang, beragam, dan tidak berlebihan untuk menjaga kesehatan. Pola makan tersebut juga perlu disesuaikan dengan usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, serta kebiasaan makan masing-masing orang.

Mengutip Diabetes Australia, berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga berat badan dan menurunkan risiko diabetes:
  1. Perhatikan Pola Makan
    Memperbanyak konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan makanan bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh. Sebaliknya, konsumsi makanan tinggi gula, garam, lemak tidak sehat, dan makanan ultraproses sebaiknya dibatasi.
  2. Lebih Banyak Bergerak
    Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga berat badan sekaligus membuat tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Tidak selalu harus olahraga berat, aktivitas seperti berjalan kaki dan lebih aktif bergerak dalam keseharian juga dapat menjadi pilihan.
  3. Pantau Lingkar Pinggang
    Berat badan bukan satu-satunya ukuran untuk melihat risiko kesehatan. Lemak yang menumpuk di sekitar perut juga perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko resistensi insulin.
  4. Jaga Pola Tidur dan Kelola Stres
    Tidur yang cukup dan mengelola stres dapat membantu menjaga pola makan serta berat badan. Keduanya juga menjadi bagian dari kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan metabolisme.
  5. Periksa Kadar Gula Darah
    Pemeriksaan gula darah penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko diabetes atau telah mengalami pradiabetes. Dengan pemeriksaan rutin, perubahan kadar gula darah dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan.
(Angel Rinella)

(Riza Aslam Khaeron)