Petugas gabungan Satpol PP dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat melakukan pengawasan pak ogah di exit tol Rawa Buaya. Foto: ANTARA/HO-Pemkot Jakbar.
Pemkot Jakbar Tertibkan 'Pak Ogah' di Exit Tol Rawa Buaya
Gabriella Thesa Widiari • 11 August 2026 21:03
Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat memperketat pengawasan "pak ogah" atau pengatur lalu lintas tak resmi di exit tol Rawa Buaya, dan sejumlah persimpangan jalan. Pengawasan ini dilakukan oleh petugas gabungan Satpol PP dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat.
Kepala Satpol PP Kecamatan Cengkareng Sukarlan mengatakan, keberadaan "pak ogah" di kawasan tersebut kerap dikeluhkan pengendara. Karena dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan berpotensi membahayakan keselamatan.
"Kami turunkan satu tim beranggotakan lima sampai enam orang Satpol PP untuk pengawasan pak ogah. Untuk pengaturan lalu lintas dilakukan petugas Dinas Perhubungan dan kepolisian," kata Sukarlan, dilansir dari Antara, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca Juga :
Pramono Bakal Evaluasi Jalur Sepeda di Jakarta
Sementara itu, Kepala Satpel Perhubungan Kecamatan Cengkareng Danu Irawadi mengungkapkan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyoroti aktivitas pengatur lalu lintas tidak resmi atau pak ogah di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
"Ini sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Pembinaan, Pengendalian dan Pengawasan terhadap PPKS, dengan memberikan teguran kepada juru parkir liar dan pak ogah," kata Danu.

Ilustrasi - persimpangan jalan. Foto: MI/Ramdani.
Pihaknya mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan patroli rutin pada sejumlah titik rawan pak ogah di wilayah Rawa Buaya, Cengkareng.
"Jadi ada dua sampai tiga petugas Dishub lingkar wilayah, terutama di perempatan lampu merah Cengkareng," ucap Danu.