Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia (kanan). Foto: Dok Pertamina Patra Niaga
UMKM Jadi Wadah Pemberdayaan Penyandang Disabilitas
Eko Nordiansyah • 6 August 2026 17:45
Jakarta: Pertamina Patra Niaga mendorong inklusivitas dari para pelaku UMKM yang dibina. Lebih dari sekadar pameran busana dan kerajinan tangan, beberapa produk yang ditampilkan di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 merupakan hasil buah tangan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas.
Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia menyoroti bagaimana setiap produk yang dihasilkan menyimpan cerita pemberdayaan yang sangat kuat dan menyentuh. Ia menyebut, produk-produk ini memiliki nilai luar biasa karena mampu memberdayakan kelompok-kelompok hebat di masyarakat.
"Ada karya dari saudara-saudara kita penyandang disabilitas, yang tak hanya menarik untuk digunakan sehari-hari, tetapi juga membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi," ujar Siti Zahra dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026.
Salah satunya adalah produk busana yang terpajang di gerai UMKM Narita Shibori di booth Pertamina Patra Niaga. UMKM ini tidak hanya memproduksi barang-barang bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi ruang inklusi bagi mereka yang terpinggirkan.
Dalam menghasilkan produknya, Narita Shibori merangkul anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta. Hal ini menjadikan produk Narita Shibori tak hanya menarik secara estetika, tetapi juga menyimpan nilai-nilai sosial.
Cerita lain ada di gerai UMKM Dara Baro yang juga salah satu mitra binaan Pertamina Patra Niaga. UMKM asal Aceh ini bergerak di bidang fashion berkelanjutan yang memanfaatkan limbah kain wastra Nusantara, seperti jumputan, tenun, dan batik, untuk menghasilkan busana bernilai tinggi dengan teknik boro asal Jepang.
Boro sendiri adalah teknik produksi dengan menjahit dan menambal ulang (upcycling) kain bekas menjadi busana baru. Ini artinya produk UMKM Dara Baro tak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan.

(UMKM binaan Pertamina Patra Niaga di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Foto: Dok istimewa)
Memperluas program pendampingan dan pembinaan UMKM
Siti Zahra juga meminta agar Pertamina Patra Niaga terus memperluas program pendampingan dan pembinaan UMKM, terutama di sekitar daerah operasional perusahaan. Menurutnya, program pembinaan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga tidak hanya memperluas pasar UMKM lokal, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi."Saya berharap kolaborasi dan kebersamaan antara Pertamina Patra Niaga dan mitra binaan ini dapat terus berlanjut. Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat pendampingan di wilayah sekitar operasional agar UMKM lokal terus berkembang, naik kelas, dan memberikan dampak sosial-ekonomi," ujarnya.
VP Community Involvement & Development (CID) Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati mengatakan, apresiasi dan komitmen dari dewan komisaris semakin mempertebal semangat perusahaan untuk terus menebar manfaat kepada masyarakat, salah satunya melalui program pembinaan UMKM lokal.
"Kami percaya bahwa pemberdayaan UMKM bukan sekadar memberikan bantuan modal atau pelatihan teknis, melainkan membuka ruang yang adil dan inklusif bagi siapa saja, termasuk kelompok disabilitas dan lansia, untuk mandiri serta berdaya saing secara berkelanjutan," tutur Dian.
Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan, program pendampingan dan pembinaan UMKM oleh Pertamina Patra Niaga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah, yakni meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
Upaya ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pengurangan ketimpangan, serta penyediaan lapangan kerja yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui pendampingan dan pembinaan UMKM, kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh perusahaan tidak hanya berdampak secara bisnis, tetapi juga secara langsung menciptakan multiplier effect yang inklusif, membuka lapangan kerja berkualitas dan menguatkan daya saing wirausaha lokal sesuai arahan Asta Cita dan capaian SDGs," tutur Kitty.
Total ada 11 UMKM binaan Pertamina Patra Niaga di ajang IFW 2026. Selain Narita Shibori dan Dara Baro, ada juga Guns Leather, Ramiza Boutique, Vite, Dimas Batik, Meeta Fauzan, UD Tenun Sumber Rejeki, Jokotole, Besolek, dan Mahacinta Jewelry yang mewakili wilayah operasional Pertamina Patra Niaga.