Curhat Pedagang Asemka, Omzet Pernak-pernik HUT RI Merosot hingga 60%

Aktivitas perdagangan pernak-pernik bernuansa merah putih di kawasan Pasar Asemka, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.

Curhat Pedagang Asemka, Omzet Pernak-pernik HUT RI Merosot hingga 60%

Nattasya Amani Vrazeti • 6 August 2026 12:39

Jakarta: Sejumlah pedagang pernak-pernik Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Pasar Asemka, Jakarta Barat, mengaku mengalami penurunan penjualan menjelang perayaan 17 Agustus tahun ini.

Salah seorang pedagang, Ade (21), mengatakan omzet hariannya turun cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika sebelumnya mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp500 ribu per hari, kini omzetnya rata-rata hanya mencapai Rp200 ribu per hari.

"Ya ada Rp200 (ribu). Kalau tahun lalu, ya nyampe Rp500 (ribu)," ungkap Ade kepada Metrotvnews.com di lokasi, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ade menjelaskan penurunan tingkat keramaian pembeli tahun ini terasa sangat tajam jika dibandingkan dengan perayaan HUT RI tahun sebelumnya. "Tahun kemarin beda sama tahun sekarang, ramai tahun kemarin," kata dia.

Ade menambahkan, ia telah menggelar lapaknya sejak 16 Juli 2026 lalu dan akan terus berlangsung hingga 16 Agustus 2026 mendatang. Ia menjual berbagai jenis ornamen kemerdekaan. Komoditas yang paling banyak diminati pembeli selain bendera adalah bando hias.

Adapun, kata dia, harga barang yang dijajakan terbilang ramah di kantong. Pernak-pernik seperti bando dibanderol seharga Rp5.000 hingga Rp10 ribu, sementara bendera kain dijual pada kisaran Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per buah. "Di harga sampai Rp10 ribu sampai Rp5.000 lah. Kalau bendera Rp20 ribu sampai Rp30 ribu lah," papar Ade.

Kendati dipatok dengan harga murah, lesunya daya beli masyarakat membuat perputaran modal pedagang di kawasan Asemka melambat dibandingkan tahun lalu.
 



(Penjual pernak-pernik bernuansa merah putih di kawasan Pasar Asemka, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti)
 

Suasana pasar lebih lengang


Kondisi tersebut juga dirasakan salah seorang pembeli, Sari (39), yang datang ke Pasar Asemka untuk membeli perlengkapan perayaan Hari Kemerdekaan.

Menurut Sari, jumlah pedagang yang berjualan tahun ini juga terlihat lebih sedikit dibandingkan saat dirinya berkunjung pada tahun lalu.

"Kalau waktu itu saya ke sini juga kayaknya yang berjualan di sini tuh lebih banyak daripada tahun sekarang juga," ungkap Sari saat ditemui Metrotvnews.com di lokasi.

Sari menilai, penurunan dinamika pasar tersebut tidak lepas dari kondisi perekonomian masyarakat saat ini.

"Mungkin karena pengaruh ini ya, dari segi, kesiapan dana juga mungkin. Karena sekarang kondisi ekonomi kita juga agak ini ya, melemah ya. Jadi mungkin itu memengaruhi juga," tutur dia.

(Husen Miftahudin)