Pedagang pernak-pernik bernuansa merah putih di kawasan Pasar Asemka, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.
Selain Bendera, Bando Merah Putih Paling Laris di Pasar Asemka
Nattasya Amani Vrazeti • 6 August 2026 12:32
Jakarta: Di tengah penurunan penjualan pernak-pernik Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Pasar Asemka, Jakarta Barat, aksesori bando merah putih masih menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari pembeli, selain bendera.
Salah seorang pedagang, Ade (21), mengatakan bando merah putih menjadi produk yang paling sering dicari karena harganya relatif terjangkau.
"Ya pernak-pernik kayak bando (paling laku)," ujar Ade kepada Metrotvnews.com di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Kamis, 6 Agustus 2026.
Selain bando, Ade juga mengatakan dirinya menjual berbagai variasi ornamen Kemerdekaan lainnya seperti hiasan ketupat merah putih hingga bendera kain yang dibanderol dari harga Rp5.000 hingga Rp10 ribu.
Sementara itu, bendera kain dipasarkan dengan harga sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per buah, bergantung pada ukuran dan jenisnya. "Kalau bendera Rp20 ribu sampai Rp30 ribu," jelas Ade.
Kendati aksesoris murah seperti bando tetap dicari warga, Ade tak menampik tingkat penjualan pernak-pernik secara keseluruhan pada tahun ini masih mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode 17-an tahun lalu. "Tahun kemarin beda sama tahun sekarang, ramai tahun kemarin," aku dia.

(Penjual pernak-pernik bernuansa merah putih di kawasan Pasar Asemka, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti)
Tawarkan beragam paket pernak-pernik
Di sudut lain, seorang pedagang bernama Adi (27) juga menawarkan berbagai jenis perlengkapan hiasan kemerdekaan dengan variasi harga paket yang kompetitif untuk memikat pembeli.
"Ada bola, bando, lampion, bendera. Bendera kecil isi 20 dijual Rp25 ribu, kalau isi 10 dijual Rp20 ribu," tutur dia.
Ia menambahkan, nasib sebagai pedagang musiman memang tidak pernah pasti. Meski tak tahu persis pemicunya, ia merasakan adanya tren penurunan omzet pada perayaan kemerdekaan tahun ini.
"Kita ini musiman, jadi ga nentu. Tapi kalau dibandingin 17-an tahun lalu tahun ini lebih menurun. Tapi karena apanya saya juga tidak tahu, lebih menurun aja dibanding tahun lalu," kata dia.