Kebakaran Bromo Meluas 135 Hektare, Api Merembet ke Pusung Ledok Bedor

Penanganan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)/BPBD Kab. Malang.

Kebakaran Bromo Meluas 135 Hektare, Api Merembet ke Pusung Ledok Bedor

Daviq Umar Al Faruq • 8 August 2026 08:19

Malang: Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas hingga mencapai sekitar 135 hektare. Kobaran api kini merambah ke kawasan Pusung Ledok Bedor yang berada di wilayah administratif Kabupaten Lumajang–Probolinggo, sekitar 1,5 kilometer dari Pusung Jantur.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan perkembangan tersebut menjadi fokus penanganan tim gabungan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Sementara itu, wilayah administratif Kabupaten Malang dilaporkan sudah tidak memiliki titik api.

Kebakaran bermula dari titik api di kaldera Bromo, tepatnya Bukit Jantur atau Bantengan di wilayah Kabupaten Probolinggo, pada 3 Agustus 2026. Tiupan angin ke arah Kabupaten Malang kemudian membuat api menjalar hingga masuk wilayah administratif Kabupaten Malang pada 5 Agustus 2026.

"Prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini total sekitar 135 hektare dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar," kata Sadono Irawan, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Perluasan kebakaran kini mengarah ke kawasan Bukit B29, tepatnya Pusung Ledok Bedor. Kondisi tersebut membuat percepatan operasi water bombing menjadi kebutuhan mendesak untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat.

Operasi udara dilakukan dengan melibatkan tiga helikopter, yakni dua unit milik TNI AL dan satu unit milik BNPB. Sementara operasi darat tetap berjalan dengan pembuatan sekat bakar dan pembasahan sisa bara api yang masih dapat dijangkau petugas.

Helikopter Bell 412 EP HU-4205 milik TNI AL melakukan satu sortie dengan membawa 800 liter air untuk penyiraman di Pusung Ledok Bedor. Helikopter BNPB dengan registrasi PK-DBM AS35 juga melakukan satu sortie sebanyak empat rit dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter.

Dengan demikian, total air yang dijatuhkan melalui operasi water bombing pada Jumat mencapai 4.800 liter. Satu unit helikopter TNI AL lainnya, HU-4206, digunakan untuk melakukan pengamatan area kebakaran sebelum operasi penyiraman dilakukan.

Namun, operasi udara belum dapat dilanjutkan sepenuhnya karena kondisi cuaca dan jarak pandang di lokasi tidak memungkinkan. Hotspot di Pusung Ledok Bedor masih terpantau mengeluarkan asap setelah pelaksanaan water bombing.


 Penanganan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)/BPBD Kab. Malang.

Sadono mengatakan, tim gabungan tetap melakukan pemadaman dari darat menggunakan satu truk pemadam TNBTS, satu mobil tangki portabel TNBTS, serta masing-masing satu truk tangki dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Malang. Penyemprotan dan pembasahan diarahkan untuk menangani bara api yang masih dapat dijangkau personel.

"Kondisi saat ini, wilayah terdampak kebakaran hutan meluas ke arah Bukit B29, tepatnya Pusung Ledok Bedor, sementara wilayah administrasi Kabupaten Malang sudah tidak ada titik api," ujar Sadono.

Cuaca di kawasan Bromo pada Jumat dilaporkan cerah dengan angin berkecepatan sedang. Tim gabungan masih bersiaga untuk melanjutkan operasi pemadaman darat dan udara di sekitar Pusung Ledok Bedor ketika kondisi memungkinkan.

Rencana operasi berikutnya adalah melanjutkan water bombing dengan dukungan tiga helikopter BNPB. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan pemadaman darat untuk menekan bara api dan mencegah kebakaran kembali meluas.

Akses wisata Gunung Bromo melalui Pos Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, masih diberlakukan sistem buka-tutup oleh pihak TNBTS. Personel tetap disiagakan di Pos Jemplang untuk mengantisipasi perkembangan kondisi kebakaran dan memastikan keamanan kawasan wisata.

(Lukman Diah Sari)