Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengulurkan selang air untuk melakukan pembasahan area di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Jumat, 7 Agustus 2026. ANTARA/Ananto Pradana
Kebakaran Gunung Bromo Diduga Berasal dari Ulah Manusia
Silvana Febiari • 7 August 2026 21:31
Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menduga kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo bukan karena faktor alam. Kebakaran diduga akibat ulah manusia.
"Ada kemungkinan faktor manusia, bukan alam," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Gunung Bromo, seperti dilansir Antara, Jumat, 7 Agustus 2026.
Dugaan penyebab kebakaran tersebut berkaitan dengan titik awal terjadinya peristiwa tersebut, yakni di area Blok Bantengan. Di area Blok Bantengan, terdapat jalur tradisional atau jalan tembus yang menghubungkan antara Desa Arjosari dengan Ranu Pani.
Baca Juga :
"Kadang-kadang orang yang melintas saat cuaca dingin kemudian membuat perapian dan dimungkinkan lupa atau seperti apa, seperti itu yang kami duga," ujar dia.
Meski demikian, hal itu masih bersifat dugaan awal. Pihaknya perlu melakukan penyelidikan lanjutan terkait penyebab pasti kejadian kebakaran.
Selain itu, Balai Besar TNBTS masih membutuhkan waktu untuk menentukan sanksi kepada pihak yang terbukti membuat perapian dan memicu terjadinya kebakaran.
Terkait kerugian, Rudi belum melakukan penghitungan kerugian karena harus melibatkan pihak yang memiliki keahlian dalam melakukan tindakan tersebut. Salah satunya menyangkut pemetaan detail terhadap vegetasi terdampak.

Proses pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo. (Dokumentasi/ BPBD Kab. Malang)
Hingga kini, pihaknya masih terus fokus melakukan upaya pemadaman dan meminimalkan potensi munculnya api dari sisa rumput hingga pohon yang terbakar.
"Kalau ini ada kesengajaan atau tidak, sebenarnya tidak disengaja menurut kami. Karena itu tadi, kadang ada yang ingin menghangatkan badan jadi bukan karena ingin membakar dan menjadi seperti ini, jadi ada faktor ketidaksengajaan dari dugaan kami," ucapnya.
Penanganan kebakaran masih terus berlangsung. Meski mayoritas api sudah terlihat padam, namun terdapat titik yang masih memunculkan kepulan asap.
Penanganan dilakukan masif oleh petugas gabungan dari sisi darat dan diperkuat menggunakan drone water sprayer milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Pemadaman berjalan lebih intensif setelah satu unit helikopter water bombing atau pengebom air milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan guna mempercepat penanganan.