Ilustrasi sawah. Foto: dok. MI.
PSN Wanam Perkuat Ekonomi dan Budaya Warga
M Sholahadhin Azhar • 25 August 2026 19:34
Jakarta: Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam, Merauke, disebut memperkuat ekonomi dan budaya warga. Kehadiran program cetak sawah membuka peluang baru bagi masyarakat Wanam.
“Kalau pembangunan masuk ke kampung, masyarakat harus ikut merasakan manfaatnya," kata Kepala Kampung Wanam Distrik Ilwayab Kabupaten Merauke, Kosmas Kaize, dalam keterangan yang dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.
Kosmas menilai PSN cetak sawah memiliki arti penting bagi masa depan ekonomi Wanam karena pertanian dapat menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Ia mendorong agar masyarakat Wanam mendapatkan ruang dalam berbagai rantai ekonomi yang muncul dari pembangunan pertanian.
"Mulai dari tenaga kerja lokal, pelatihan dan peningkatan kapasitas petani, penyediaan kebutuhan operasional, usaha pendukung pertanian hingga pengolahan dan pemasaran hasil produksi," kata Kosmas.
Sehingga, PSN cetak sawah diharapkan tidak berhenti sebagai proyek fisik, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Peningkatan produksi pangan harus berjalan bersama peningkatan pendapatan dan kapasitas masyarakat," kata Kosmas.
Di sisi lain, Kosmas mendorong penguatan sanggar atau rumah budaya sebagai bagian dari pembangunan masyarakat Wanam.
Menurutnya, warga memiliki berbagai keterampilan membuat kerajinan, perlengkapan adat dan produk kebudayaan yang selama ini belum dikelola secara optimal. Sanggar dapat menjadi tempat berkumpul, belajar dan mengembangkan keterampilan masyarakat.
“Kalau kita mau tingkatkan budaya, kita harus kerja sama,” kata Kosmas.

Diskusi mengenai Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam, Merauke. Foto: Istimewa.
Dengan adanya ruang budaya, produk kerajinan masyarakat dapat diproduksi, disimpan, diperkenalkan dan dipasarkan secara lebih terorganisasi.
"Sanggar juga dapat menjadi tempat generasi muda belajar mengenai sejarah, adat dan keterampilan tradisional yang diwariskan dari generasi sebelumnya," kata Kosmas.
Kosmas menilai sektor pertanian dan kebudayaan dapat dikembangkan secara bersamaan. "PSN cetak sawah dapat menjadi basis penguatan ekonomi, sementara adat dan budaya menjadi fondasi identitas masyarakat", tuturnya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang muncul dari pembangunan pertanian dapat membuka peluang baru untuk mengembangkan usaha masyarakat, termasuk kerajinan dan produk berbasis budaya.
“Jadi bukan hanya sawahnya yang berkembang. Masyarakatnya juga harus berkembang," ujar Kosmas.