Zelensky Sebut Akhir 2026-2027 Waktu Realistis Akhiri Perang Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)

Zelensky Sebut Akhir 2026-2027 Waktu Realistis Akhiri Perang Ukraina

Willy Haryono • 23 August 2026 19:29

Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut periode dari akhir 2026 hingga musim panas 2027 sebagai jendela waktu yang paling realistis untuk mencapai penyelesaian diplomatik yang mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Berbicara dalam upacara memperingati Hari Bendera Nasional Ukraina di Kyiv, Minggu, 23 Agustus 2026, Zelensky mengatakan Ukraina dan Rusia masih berbeda pandangan mengenai isu penarikan pasukan Ukraina dari Donbas sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan.

"Kami percaya bahwa ini merupakan tahap paling aktif ketika diplomasi dapat mengarah pada berakhirnya perang. Ini adalah akhir tahun ini dan akhir musim panas 2027," kata Zelensky, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Menurutnya, salah satu opsi gencatan senjata yang sedang dibahas bersama Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa mencakup penarikan pasukan secara timbal balik serta pembentukan zona penyangga berupa "zona ekonomi bebas" yang akan dikelola pihak ketiga.

Zelensky juga mengatakan Ukraina siap membahas penghentian serangan terhadap infrastruktur energi dan pertanian secara timbal balik. Para pemimpin negara-negara Skandinavia dan Baltik turut menghadiri acara tersebut.

Ukraina Hadapi Kekurangan Anggaran Pertahanan

Dalam kesempatan yang sama, Zelensky mengatakan Ukraina menghadapi kekurangan anggaran pertahanan sebesar USD27 miliar. Menurutnya, sekitar US$8 miliar hingga US$10 miliar diperlukan di muka untuk membiayai kebutuhan pertahanan pada awal 2027.

Sekitar US$20 miliar lainnya dibutuhkan untuk membayar gaji personel militer, kompensasi bagi keluarga prajurit yang tewas di medan perang, serta kebutuhan lainnya.

Zelensky juga mengatakan Ukraina belum mencapai produksi massal rudal balistik dalam negeri karena kendala teknis. Saat ini, dua perusahaan Ukraina disebut tengah mengerjakan program tersebut.

"Ketika produksi massal tercapai, kami akan mampu melancarkan serangan yang menyakitkan terhadap musuh sebagai respons terhadap teror mereka," ujarnya.

Ukraina Siapkan Produksi Rudal Patriot

Zelensky mengatakan Ukraina berpotensi memproduksi rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot bersama perusahaan AS Raytheon.

Menurutnya, Raytheon telah melakukan pertemuan teknis awal dengan pejabat Ukraina. Perusahaan pertahanan Ukraina Fire Point dipilih sebagai mitra dalam proyek tersebut.

Kyiv diperkirakan menerima penilaian mengenai jadwal dan kelayakan proyek tersebut dalam beberapa pekan mendatang.

Zelenskyy juga mengumumkan rencana pengiriman radar pertahanan udara Prancis dan satu sistem SAMP/T pada musim gugur. Kesepakatan tambahan mengenai rudal Aster 30 diharapkan ditandatangani pada September.

Selain itu, Ukraina disebut telah mencapai kesepakatan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz mengenai pengiriman 600 rudal PAC-2 untuk sistem Patriot pada 2027-2028.

Zelensky mengatakan Ukraina membutuhkan sekitar 360 rudal Patriot untuk menghadapi ancaman selama musim dingin, sementara produksi global rudal tersebut mencapai sekitar 600 unit per tahun.

Mengenai politik dalam negeri, Zelensky menolak gagasan penyelenggaraan pemilu selama perang masih berlangsung. Ia menggambarkan pemilu di tengah perang sebagai "tsunami bagi negara" yang berpotensi memecah belah Ukraina.

Zelensky juga menegaskan lembaga antikorupsi harus dapat bekerja secara independen.

Terkait penyelidikan terhadap sejumlah pejabat senior di kantor kepresidenan, ia mengatakan terdapat alasan yang cukup untuk memberhentikan Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Iryna Mudra setelah penggeledahan dilakukan di kediamannya.

Baca juga:  Rusia-Ukraina Saling Serang, 10 Orang Tewas dalam Sehari

(Willy Haryono)