Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 3 Km

Gunung Marapi mengalami hembusan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 3 Km

Whisnu Mardiansyah • 24 March 2026 18:58

Agam: Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), tersebut kembali erupsi pada Selasa sore pukul 17.54 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Selasa, 24 Maret 2026, pukul 17.54 WIB," kata Petugas PGA Gunung Marapi Ilhamdi Saputra di Padang seperti dilansir Antara, Selasa, 24 Maret 2026.

Dalam laporannya, Ilhamdi mengatakan tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati karena tertutup awan. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter serta berdurasi 24 detik.

Sebelumnya, PGA Gunung Marapi juga melaporkan gunung tersebut meletus pukul 14.26 WIB dengan durasi 26 detik. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter.
 


Hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik tersebut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi.

Pertama, melarang siapa pun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek).


Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat meletus dan menyuburkan abu vulkanik. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.

Kemudian, apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif serta tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)