Ilustrasi sekolah rakyat. Foto- Dok Metrotvnews.com
Di Tengah Krisis Global, Pratikno Dorong Sekolah Tatap Muka Seperti Biasa
M. Iqbal Al Machmudi • 25 March 2026 11:15
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mendorong proses kegiatan belajar dan mengajar (KBM) tatap muka berjalan seperti biasa di tengah situasi krisis global saat ini.
Sesuai hasil koordinasi dengan Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menko PMK menyampaikan pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.
Di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa.
Pratikno menyampaikan memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengombinasikan luring dan daring. Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.
“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” kata Pratikno dalam keterangannya, Rabu, 25 Maret 2026.
Baca Juga:
20 Ribu Anak Kembali Bersekolah Berkat Sekolah Rakyat |
.jpg)
Ilustrasi sekolah. MI/Adi Kristiadi
Sebagai bagian dari transformasi pemerintahan, Pratikno menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang.
Merespons situasi global yang berdampak kepada masyarakat, dia berharap perjalanan dinas yang non-esensial harus dipangkas, optimalisasi pertemuan dan rapat secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien.
“Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien,” jelas dia.
Eks Mensesneg itu juga mengutip langsung pernyataan Presiden Prabowo Subianto, situasi krisis global harus dijadikan momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.
"Krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat," ujar dia.