Tangkapan layar- Warga memeriksa kondisi rumah yang rusak akibat hantaman gelombang laut tinggi di Banggai Laut, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-BPBD Banggai Laut
BNPB: 15 Rumah Warga Rusak Dihantam Gelombang Laut di Sulteng
Achmad Zulfikar Fazli • 20 April 2026 05:53
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 15 rumah warga rusak setelah dihantam gelombang laut tinggi di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Dari jumlah tersebut, tujuh rumah mengalami rusak ringan dan delapan lainnya rusak berat.
Rumah yang rusak itu masing-masing tersebar di sepanjang pesisir pantai di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara dan Desa Lambako serta Pasir Putih, Kecamatan Banggai.
"Tim Reaksi Cepat BPBD setempat melakukan asesmen. Banjir rob yang disertai gelombang tinggi juga mengancam deretan hunian warga lainnya yang berada di garis pantai itu," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Minggu, 20 April 2026.
.jpg)
Ilustrasi gelombang tinggi. Dok. Media Indonesia
Baca Juga:
Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter Ancam Perairan Sulut hingga 17 April |
Dia menjelaskan peristiwa tersebut terjadi seketika pada pukul 03:00 Wita, pada Sabtu, 18 April 2026, di mana suasana yang tenang tiba-tiba berubah riuh ketika laut bergelombang tinggi, lalu menghantam rumah-rumah yang penghuninya terlelap.
Sebagaimana foto dan rekaman video amatir yang diterima Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, sebagian besar rumah yang rusak berat berdinding papan dan beratapkan anyaman daun kelapa/nipah.
Meski BNPB dalam laporannya tidak menjelaskan secara rinci bagaimana kondisi 15 keluarga penghuni rumah yang terdampak saat ini, tetapi keluarga itu dipastikan mendapat pendampingan petugas dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banggai Laut.