Pemukim Israel Diduga Bakar Dua Masjid di Tepi Barat, Palestina Mengecam Keras

Dua masjid di Tepi Barat dibakar dalam serangan yang menurut otoritas Palestina dilakukan oleh pemukim Israel. (Anadolu Agency)

Pemukim Israel Diduga Bakar Dua Masjid di Tepi Barat, Palestina Mengecam Keras

Willy Haryono • 26 July 2026 16:28

Ramallah: Dua masjid di Tepi Barat dibakar dalam serangan terpisah pada Minggu, 26 Juli 2026, yang menurut otoritas Palestina dilakukan para pemukim Israel.

Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan sekelompok pemukim Israel memasuki Desa Kur, selatan Tulkarem, lalu membakar sebuah masjid hingga menyebabkan kerusakan pada sebagian bangunan dan bagian dalamnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, pelaku juga mencoret dinding masjid dengan grafiti bernada rasialis. Warga setempat berhasil memadamkan api sebelum kobaran meluas.

Menurut WAFA, insiden di Desa Kur terjadi hanya beberapa jam setelah pemukim Israel membakar Masjid Al-Rahma yang masih dalam tahap pembangunan di Kota Qusra, selatan Nablus.

Wali Kota Qusra, Abdel Azim Wadi, mengatakan kebakaran menghanguskan material kayu dan sejumlah peralatan konstruksi yang berada di lokasi pembangunan masjid.

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam keras serangan terhadap masjid di Desa Kur. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut sedikitnya 45 masjid di Tepi Barat telah menjadi sasaran serangan sepanjang 2025, yang menurutnya dilakukan oleh para pemukim Israel di bawah perlindungan militer Israel.

Di Kota Beit Furik, sebelah timur Nablus, sumber keamanan Palestina mengatakan para pemukim juga menyerang kawasan Al-Dubbat dan membakar sebuah rumah milik warga Palestina. Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran setelah menyebabkan kerusakan pada sebagian bangunan.

Para pelaku juga dilaporkan meninggalkan grafiti yang berisi seruan balas dendam terhadap warga Arab.

Eskalasi di Tepi Barat

Serangkaian insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi di Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir. Pada Jumat (24/7), pemukim Israel yang disebut didukung militer menyerang Kota Tell, dekat Nablus. Menurut sumber Palestina dan Israel, bentrokan itu menewaskan empat warga Palestina dan dua warga Israel.

Setelah insiden tersebut, militer Israel memperketat pengamanan di Nablus dan wilayah sekitarnya dengan memberlakukan pengepungan, menggelar operasi penangkapan, serta mengumumkan persiapan operasi militer berskala besar di Tepi Barat.

Berdasarkan data resmi Palestina, sejak Oktober 2023 sedikitnya 1.182 warga Palestina tewas, ribuan lainnya terluka, dan sekitar 24.000 orang ditahan dalam berbagai operasi militer Israel maupun serangan pemukim di Tepi Barat.

Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina sebelumnya melaporkan bahwa sepanjang paruh pertama 2026 terjadi 3.488 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka, termasuk penyerbuan desa, pembakaran rumah, penembakan, penyitaan lahan, hingga pendirian pos permukiman baru.

Pejabat Palestina menilai meningkatnya serangan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kontrol Israel di Tepi Barat dan dapat semakin menghambat prospek pembentukan negara Palestina yang merdeka sebagaimana diamanatkan dalam berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga:  AS Kecam Kekerasan di Tepi Barat, Serangan Israel dan Pemukim Jadi Sorotan

(Willy Haryono)