Ilustrasi-Wilayah di Kranggan, Tangerang Selatan terdampak krisis air bersih. (metrotvnews.com/Hendrik S)
Kemarau Panjang, 14 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Waspada Kekeringan
Hendrik Simorangkir • 24 July 2026 17:19
Tangerang: Musim kemarau yang berkepanjangan memicu ancaman krisis air di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat setidaknya 14 kecamatan kini berstatus waspada kekeringan.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, merinci ke-14 wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan tersebut meliputi Kecamatan Cikupa, Cisauk, Cisoka, Kemiri, Kresek, Kronjo, Legok, Mauk, Pakuhaji, Sepatan, Sindang Jaya, Sukadiri, Sukamulya, dan Teluknaga.
"Kita terus waspada dan siaga dalam menghadapi musim kemarau ini. Dampaknya sudah mulai terasa," ujar Taufik pada Jumat (24/7/2026). Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Taufik menyebut fenomena kemarau panjang ini diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026.
Upaya penanggulangan juga dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang. Kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang, Hadi Fauzi, mengungkapkan bahwa pihaknya mulai kebanjiran permintaan air bersih dari warga yang terdampak.
"Sudah ada delapan desa dari enam kecamatan yang mengalami kekeringan dan meminta suplai bantuan air bersih," tuturnya.
Sejauh ini, PMI telah merespons dengan mendistribusikan pasokan ke dua kecamatan, di mana masing-masing wilayah menerima 10.000 liter air bersih. Hadi memastikan bantuan akan terus disalurkan secara bertahap.
"Baru dua kecamatan yang disuplai. Saat ini kami sedang menyusun jadwal pengiriman untuk kecamatan-kecamatan lain yang sudah mengajukan surat permintaan," jelas Hadi.