Jakarta International Stadium (JIS). Foto: Istimewa.
Pramono Ingin Tak Ada Jarak Antara JIS dan Warga Sekitar
Fachri Audhia Hafiez • 1 March 2026 20:46
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menginstruksikan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) agar menjadikan Jakarta International Stadium (JIS) lebih terbuka bagi masyarakat Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pramono menegaskan stadion bertaraf internasional tersebut tidak boleh eksklusif, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi warga yang tinggal di lingkungannya.
“JIS merupakan stadion yang bertaraf internasional tapi juga harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” ujar Pramono saat membuka JIS Ramadan Festival 2026 di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.
Pramono menginginkan fasilitas seperti jogging track di kawasan JIS dapat diakses secara luas oleh warga untuk berolahraga, serupa dengan pemanfaatan kawasan Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan. Menurutnya, keterlibatan warga dalam setiap program di JIS, seperti bazar UMKM dan pangan murah, adalah langkah kunci untuk menghapus sekat antara ikon kota tersebut dengan masyarakat setempat.
“Saya apresiasi ini (JIS Ramadan Festival) dan program yang mendekatkan warga dengan JIS ini harus ditingkatkan jumlahnya,” tegas Pramono.
.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Senada dengan visi Gubernur, Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin, menjelaskan bahwa JIS Ramadhan Festival 2026 memang dirancang sebagai ruang inklusif yang menyatukan aktivitas keagamaan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi. Stadion ini diposisikan bukan sekadar arena olahraga, melainkan ruang publik yang mampu menampung dinamika sosial ekonomi warga Jakarta.
“Kami memposisikan JIS sebagai ikon Jakarta yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Gubernur DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global dengan ruang publik berstandar internasional," kata Iwan.
Festival yang berlangsung di Concourse Timur JIS ini menargetkan 20.000 pengunjung dengan berbagai agenda menarik, mulai dari tebus sembako murah sebanyak 3.000 paket hingga aktivasi UMKM lokal. Selain sisi ekonomi, festival ini juga mengedepankan aspek spiritual dengan menghadirkan kajian dari pendakwah ternama.
“Kehadiran para penceramah (seperti Ustaz Abdul Somad hingga Ustaz Khalid Basalamah) ini diharapkan dapat memberikan kesejukan spiritual serta wawasan keagamaan yang moderat dan inklusif bagi masyarakat,” ujar Iwan.