Vaksinasi Campak di Kabupaten Cirebon Capai 54,72 Persen

Pelaksanaan kegiatan ORI untuk menekan kasus campak di Desa Mundu Pesisir, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO-Dinkes Cirebon

Vaksinasi Campak di Kabupaten Cirebon Capai 54,72 Persen

Lukman Diah Sari • 8 May 2026 22:18

Cirebon: Bupati Cirebon Imron menyebut capaian vaksinasi campak dalam kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sudah menyentuh angka 54,72 persen dari target 12.221 anak.

“Kami optimistis target vaksinasi terhadap 12.221 anak dapat tercapai dalam waktu dekat, sehingga risiko penyebaran campak dapat ditekan,” kata Imron di Cirebon, Jumat, 8 Mei 2026, melansir Antara.

Dia menerangkan, pemerintah daerah terus menggencarkan vaksinasi untuk menekan penyebaran campak sekaligus menjaga kesehatan anak-anak. Menurut dia, percepatan vaksinasi saat ini sudah dilakukan melalui kegiatan ORI di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon.

Dia mengatakan bahwa penanganan campak membutuhkan keterlibatan semua pihak, agar cakupan imunisasi dapat segera memenuhi target yang ditetapkan pemerintah daerah. Imron menyebut, saat ini terdapat empat kecamatan di Kabupaten Cirebon yang masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, sehingga pelaksanaan vaksinasi harus terus diperluas.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan pihaknya memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh balita sasaran mendapatkan imunisasi.

“Vaksinasi dilaksanakan pada 4 sampai 9 Mei 2026 melalui pelayanan di pos kesehatan serta pendataan langsung terhadap anak-anak yang belum menerima vaksin,” katanya.

Ilustrasi Pexels

Selain pelayanan reguler, Dinkes menyisir balita yang belum tervaksinasi, termasuk anak yang sebelumnya sakit atau belum sempat hadir saat imunisasi berlangsung. Ia meminta kader kesehatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat hingga media massa ikut memberikan edukasi secara persuasif mengenai pentingnya imunisasi untuk melindungi anak dari risiko penyakit yang lebih berat.

“Selain fokus pada vaksinasi, pemerintah daerah menghadapi tantangan berupa masih adanya sebagian orang tua yang menolak imunisasi bagi anaknya,” jelas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)