Lindungi Hiu Paus, NTB Tetapkan Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi

Lindungi Hiu Paus, NTB Tetapkan Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi

Lukman Diah Sari • 7 May 2026 18:05

Mataram: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan Teluk Saleh sebagai kawasan konservasi, sekaligus mengunci arah pembangunan pariwisata agar bertumpu pada perlindungan ekosistem, bukan eksploitasi jangka pendek. Kebijakan ini dituangkan dalam Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-196 Tahun 2026 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi dan Perlindungan Hiu Paus di Perairan Teluk Saleh.

"Penetapan tersebut menandai perubahan pendekatan pembangunan kawasan konservasi ditempatkan sebagai fondasi utama, sementara aktivitas ekonomi dan pariwisata akan mengikuti batasan yang ditetapkan oleh daya dukung lingkungan," ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis, 7 Mei 2026, melansir Antara.

Wisata Hiu Paus di kawasan Teluk Saleh, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/Konsevasi Indonesia, Isnardi Hidayat.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah untuk memastikan kekuatan utama Teluk Saleh tetap terjaga dalam jangka panjang. Kawasan seluas 73.165,05 hektare tersebut dicadangkan sebagai kawasan konservasi berbasis spesies kategori taman, yang melindungi habitat hiu paus (rhincodon typus), termasuk area makan, pembesaran, serta jalur pergerakan alaminya sepanjang tahun.

"Studi kelayakan harus mengikuti arah kebijakan konservasi, bukan sebaliknya," tegas dia. 

Ahsanul menjelaskan, pendekatan ini sekaligus memastikan bahwa pembangunan kawasan tidak mengorbankan ekosistem, melainkan menjadikannya sebagai kekuatan utama dalam menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Pemprov NTB menilai langkah ini akan memberikan kepastian arah bagi investasi, sekaligus menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Dengan fondasi konservasi yang kuat, Teluk Saleh diarahkan menjadi destinasi pariwisata berbasis ekosistem yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)