Penyelenggaraan Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026. Foto: Istimewa.
Indonesia Bangun Ekosistem Green Jobs dari Hulu ke Hilir
Husen Miftahudin • 6 May 2026 10:33
Jakarta: Indonesia tengah mendorong pembangunan ekosistem green jobs dari hulu ke hilir. Salah satunya dilakukan oleh Inovasi Muda yang berkolaborasi dengan Universitas Ciputra dengan menyelenggarakan Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026 yang mengusung tema "Green Innovation for Indonesia’s Future Economy".
Gelaran ini merupakan inisiatif untuk mendorong penciptaan green jobs melalui penguatan ekosistem sustainable business di Indonesia. Program ini dirancang untuk melahirkan generasi greenpreneur yang mampu menghadirkan solusi inovatif sekaligus menciptakan peluang kerja berkelanjutan.
"Melalui Indonesia Green Jobs Initiative Competition, kami ingin mendorong generasi muda untuk menjadi job creator di sektor hijau. Tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan peluang kerja baru melalui inovasi yang berkelanjutan," kata Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.
Adapun, Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026 merupakan bagian dari flagship initiative Green Jobs Impact, yang dikembangkan Inovasi Muda untuk mendukung lahirnya inovator muda di sektor keberlanjutan. Program ini diikuti lebih dari 300 lebih greenpreneur dari berbagai daerah di Indonesia.
Setelah melalui proses kurasi dan seleksi, terpilih 10 tim terbaik yang melaju ke tahap grand final. Pada tahap akhir kompetisi, ditetapkan tiga tim terbaik sebagai juara, yaitu Kapori, Mustav&Co, dan CEO Masa Depan. Selain itu, penghargaan Best Paper diraih oleh Molina, sementara Best Presentation diberikan kepada Ksatria Airlangga.
| Baca juga: DIY Luncurkan Pendidikan Khas Kejogjaan, Ini Tujuannya |
Ruang pengembangan generasi muda
Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi ide, tetapi juga ruang pengembangan bagi generasi muda untuk membangun sustainable business.
Peserta didorong untuk mengembangkan model bisnis yang tidak hanya memberikan dampak finansial, tetapi juga menciptakan environmental impact, social impact, serta membuka peluang green jobs bagi generasi muda. Dengan demikian, inisiatif ini hadir sebagai gerakan dari pemuda untuk Indonesia.
"Beragam solusi dikembangkan peserta di sektor strategis, mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah dan daur ulang, pertanian berkelanjutan, hingga transportasi berkelanjutan. Setiap inovasi dinilai berdasarkan kreativitas, kesiapan implementasi, keberlanjutan model bisnis, serta potensi dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan," papar Restu.
Selain kompetisi, program ini juga menghadirkan proses pendampingan dan penguatan kapasitas bagi peserta. Dalam kolaborasi ini, Universitas Ciputra turut berperan dalam memonitor pengembangan bisnis peserta sejak tahap awal perencanaan hingga memastikan model bisnis yang dikembangkan memiliki potensi untuk tumbuh secara scalable dan berkelanjutan.

(Ilustrasi inovasi green jobs. Foto: pasarmikro.id)
Dunia kerja mulai bergerak ke arah green jobs
Deputy Head Export Kadin Jawa Timur Eric Harianto menambahkan, kebutuhan dunia kerja saat ini semakin mengarah pada sektor yang berkelanjutan, sehingga penting bagi generasi muda untuk mulai memahami green jobs dan inovasi berbasis dampak.
"Saat ini dunia kerja mulai bergerak ke arah green jobs. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memiliki inovasi dan pola pikir yang relevan dengan tantangan keberlanjutan. Hal tersebut juga sejalan dengan semangat kolaborasi antara Universitas Ciputra dan Inovasi Muda dalam mendukung lahirnya inovator muda yang berdampak," jelas dia.
Menurut dia pendekatan ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas dalam membangun ekosistem green jobs yang berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia Green Jobs Initiative Competition menjadi salah satu rangkaian pre-event menuju Indonesia Green Jobs Summit 2026.
Melalui inisiatif ini, Inovasi Muda berharap dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem green startup di Indonesia sekaligus melahirkan talenta muda yang mampu menjadi penggerak ekonomi hijau di masa depan.